ilustrasi hujan (pexels.com/Vlad Chețan)
Awan-awan tersebut bergerak ke arah timur dan memasuki wilayah Kota Bandung sekitar pukul 13.09 WIB, lalu meluas ke Bandung Timur pada pukul 13.33 WIB.
Reflektivitas radar berkisar antara 35–45 dBZ pada periode 13.01–13.33 WIB, mengindikasikan peningkatan intensitas hujan. Sekitar pukul 14.29 WIB, awan hujan mulai memasuki fase meluruh.
Kejadian serupa juga dilaporkan di sejumlah daerah lain seperti Kabupaten/Kota Sukabumi, Kabupaten/Kota Bandung, Sumedang, Cirebon, dan Kuningan.
Aktivitas awan konvektif jenis Cumulonimbus memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang, bahkan menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan di beberapa titik.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Warga diminta tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi kondisi darurat.
Masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, maupun udara, mengingat cuaca dapat berubah secara cepat dalam beberapa hari ke depan.