Kabupaten Bandung, IDN Times - Kekhawatiran akan datangnya musim kemarau 2026 sempat membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, khususnya di kawasan selatan. Selama ini, keterbatasan air bersih menjadi persoalan berulang yang dirasakan warga setiap tahun.
Namun, situasi berbeda mulai terlihat di beberapa titik seperti Ciwidey, Kutawaringin, dan Cangkuang. Warga yang sebelumnya harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air, kini mulai merasakan akses yang lebih dekat dan memadai.
Perubahan ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Bandung, Arya Everest Setiawan. Aspirasi tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi dengan Yayasan Nur Leli Berkah, termasuk dukungan warga yang secara sukarela menghibahkan lahan untuk pembangunan sumur.
Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mengurangi risiko krisis air bersih saat musim kemarau tiba.
