Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_0685.jpeg
Sayuran pada menu MBG siswa SD di Sukabumi ditemukan belatung (dok. IDN Times)

Intinya sih...

  • Belatung ditemukan di irisan sayur menu MBG

  • Fokus pastikan tidak ada siswa terdampak kesehatan

  • Peringatan keras soal SOP pengolahan makanan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi menjadi perhatian publik usai sejumlah siswa SDN Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, menemukan belatung pada irisan sayuran dalam paket makanan yang mereka terima. Temuan itu sontak membuat siswa dan warga sekolah terkejut.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan dengan cepat menyebar setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat belatung pada irisan tomat dan mentimun yang menjadi bagian dari menu makan siswa.

1. Belatung ditemukan di irisan sayur menu MBG

Sayuran pada menu MBG siswa SD di Sukabumi ditemukan belatung (dok. IDN Times)

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bantarpanjang. Paket makanan tersebut berisi nasi kuning, ayam serundeng, tahu dan tempe, selada, serta irisan sayuran segar yang diduga tidak diolah secara higienis.

Viralnya temuan itu memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat terkait standar kebersihan serta keamanan pangan dalam program MBG.

Menanggapi laporan tersebut, Camat Jampangtengah Chaerul Ichwan langsung mengambil langkah cepat dengan memimpin jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Chaerul menyampaikan bahwa pihaknya akan meninjau SDN Nangerang sekaligus mendatangi dapur pengelolaan MBG di SPPG Bantarpanjang untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Hari ini saya bersama Kapolsek, Danramil, dan tim dari Puskesmas langsung ke lokasi. Kami ingin melihat langsung proses pengolahan MBG dan memastikan fakta di lapangan,” ujar Chaerul, Jumat (30/1/2026).

2. Fokus pastikan tidak ada siswa terdampak kesehatan

Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)

Meski isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, Chaerul menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan atau gangguan kesehatan akibat makanan tersebut.

"Kecamatan Jampangtengah saat ini memiliki lima SPPG aktif, dan SPPG Bantarpanjang merupakan salah satu unit yang menyalurkan makanan ke sejumlah sekolah, termasuk SDN Nangerang," ujarnya.

3. Peringatan keras soal SOP pengolahan makanan

Siswa sekolah di Dolok Sanggul saat menikmati MBG perdana di Humbang Hasundutan, Rabu (11/6/2025) (dok.istimewa)

Atas kejadian ini, pihak kecamatan memberikan peringatan tegas kepada seluruh SPPG agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan secara ketat.

“Kami mengingatkan agar kualitas bahan baku, penyimpanan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi benar-benar diperhatikan. Makanan harus layak konsumsi dan memenuhi standar gizi,” tegas Chaerul.

Ia menambahkan, aturan terkait kebersihan dan standar gizi telah diatur dengan jelas. Jika ditemukan kelalaian, pihak kecamatan tidak segan melakukan evaluasi menyeluruh bersama pendamping desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Kami rutin melakukan monitoring. Peristiwa ini harus jadi evaluasi besar agar pengelolaan makanan lebih ketat. Tujuan MBG adalah menciptakan generasi sehat dan berkualitas, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Editorial Team