Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Pungli di Pantai Sayang Heulang, Disparbud Jabar Beri Penjelasan
Ilustrasi parkir liar (AI)
  • Video dugaan pungli di Pantai Sayang Heulang viral setelah wisatawan dikenai tarif Rp45 ribu, padahal karcis menunjukkan nominal Rp15 ribu.
  • Disparbud Jabar menjelaskan tarif tersebut sesuai ketentuan musim libur Lebaran, namun terjadi kekeliruan karena karcis baru Rp20 ribu habis dan diganti sementara dengan karcis lama.
  • Hasil penelusuran menyatakan tidak ada unsur pungli, hanya miskomunikasi petugas; Disparbud juga menargetkan 22 juta pergerakan wisatawan selama libur Lebaran 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2024

BPS mencatat terdapat 17 juta pergerakan wisatawan di Jawa Barat pada tahun ini.

2025

Jumlah pergerakan wisatawan meningkat signifikan menjadi 22 juta menurut data BPS.

21 Maret 2026

Iendra Sofyan menyampaikan target Disparbud Jabar untuk mencapai 22 juta wisatawan selama libur Lebaran Idulfitri 2026 dan menjelaskan destinasi unggulan di wilayah tersebut.

28 Maret 2026

Video dugaan pungli di Pantai Sayang Heulang viral. Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan memberikan penjelasan bahwa tarif parkir sesuai ketentuan musim libur Lebaran dan tidak ditemukan unsur pungutan liar, hanya kendala teknis pada karcis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebuah video viral menunjukkan dugaan pungutan liar di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang, Garut, terkait perbedaan tarif parkir dan karcis yang tidak sesuai nominal tercetak.
  • Who?
    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, bersama Disparbud Kabupaten Garut serta petugas lapangan yang mengelola parkir di Pantai Sayang Heulang.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada masa libur Lebaran 2026 dan dikonfirmasi oleh Disparbud Jawa Barat pada Sabtu, 28 Maret 2026.
  • Why?
    Kendala muncul karena karcis dengan nominal terbaru Rp20.000 habis sehingga petugas menggunakan karcis lama Rp15.000 tanpa penjelasan memadai kepada pengunjung.
  • How?
    Pihak Disparbud Jabar melakukan klarifikasi dan menyatakan tarif total Rp45.000 sudah sesuai ketentuan musim libur; tidak ditemukan unsur pungli namun ada kekurangan komunikasi dari petugas loket.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video orang di Pantai Sayang Heulang yang bilang bayar parkirnya mahal, katanya di karcis cuma lima belas ribu tapi disuruh bayar empat puluh lima ribu. Terus bapak dari Dinas Pariwisata bilang itu bukan pungli, cuma karcis baru habis jadi pakai yang lama. Sekarang sudah dijelasin kalau harga itu memang pas waktu libur Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penjelasan Disparbud Jawa Barat menunjukkan adanya langkah cepat dan transparan dalam menanggapi isu dugaan pungli di Pantai Sayang Heulang. Melalui klarifikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, ditemukan bahwa tarif sudah sesuai ketentuan, sementara kendala hanya bersifat teknis. Sikap terbuka ini mencerminkan komitmen pemerintah menjaga kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang terus berkembang pesat di Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebuah video memperlihatkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, viral di media sosial. Pengunjung menduga tarif parkir ini tidak sesuai dengan aturan yang mana dalam karcis tertulis hanya Rp15 ribu namun petugas meminta Rp45 ribu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat pun turut angkat bicara mengenai hal itu, dan telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah setempat mengenai dugaan tersebut.

"Informasi dari Kadis Parbud Kabupaten Garut, lengelolaan diserahkan ke aparat desa. Adanya ketidaksiapan karcis yg sesuai nilai standar (menggunakan karcis dengan nilai lama. Kurangnya informasi dan penjelasan kepada wisatawan," ujar Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).

1. Dipastikan sudah sesuai dengan regulasi

Ilustrasi parkir liar. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Iendra menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi dan koordinasi ini disebutkan tarif yang dikenakan kepada wisatawan sebenarnya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat musim libur Lebaran.

"Tarif resmi saat peak season Lebaran Rp20.000/orang. ⁠Wisatawan berjumlah dua orang satu motor. Tiket dua dikali Rp20.000, Rp40.000, parkir Rp5.000. Total Rp45.000," katanya.

Namun, persoalan muncul karena keterbatasan karcis di lapangan. Saat kejadian, karcis dengan nominal terbaru Rp20 ribu disebut sedang habis, sehingga petugas menggunakan karcis lama dengan nominal Rp15 ribu sebagai pengganti sementara.

"Perbedaan nominal karcis. Karcis Rp20.000 sedang habis, diganti sementara dengan karcis Rp15.000 (tarif normal) agar tetap ada bukti tiket," katanya.

2. Terjadi salah paham antara pengunjung dan petugas

Ilustrasi parkir liar. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Iendra menegaskan, dari hasil penelusuran tidak ditemukan adanya unsur pungutan liar dalam kasus tersebut. Meski demikian, ia mengakui ada kekurangan dalam komunikasi petugas di lapangan.

"Tidak terdapat pungutan liar. ⁠Tarif yang dikenakan sudah sesuai ketentuan. ⁠Terjadi kendala teknis pada ketersediaan karcis akan tetapi yang kurang tepatnya adalah petugas loket tidak menjelaskan hal tersebut kepada wisatawan," katanya.

3. Pemprov Jabar targetkan 22 juta wisatawan selama libur Lebaran 2026

Ilustrasi parkir liar kendaraan (IDN Times/Sahrul Ramadan)

Sebelumnya, Iendra mengatakan, Disparbud Jawa Barat menargetkan 22 juta wisatawan datang selama periode libur lebaran Idulfitri 2026. Berdasarkan data dari tahun ke tahun, jumlah wisatawan selalu mengalami peningkatan.

BPS mencatat, pada 2024 terdapat 17 juta pergerakan wisatawan, yang kemudian melonjak signifikan menjadi 22 juta pada 2025.

"Masa libur lebaran tahun ini, kami targetkan 22 juta pegerakan wisatawan seperti tahun sebelumnya. Mudah-mudahan kondisi ekonomi (yang kurang baik), tidak terlalu mempengaruhi sektor pariwisata," ujar Iendra, Sabtu (21/3/2026).

Iendra menambahkan, terdapat beberapa destinasi wisata di Jabar yang kerap menjadi primadona wisatawan seperti Pantai Pangandaran, Lembang Bandung Barat, Ciwidey Kabupaten Bandung dan sejumlah wisata kuliner di pusat Kota Bandung.

"Secara kawasan, Bandung Raya dan Bogor Raya masih mendominasi dari sisi jumlah. Tapi kalau titik wisata yang pertama memang Pantai Pangandaran," kata dia.

Editorial Team