ilustrasi mengambil keputusan (pexels.com/cottonbro studio)
Melihat proses Muscab, Uu memprediksi SK untuk ketua DPC PPP Majalengka bisa saja keluar lebih cepat. "Kayaknya bisa paling cepat," papar dia.
Dijelaskan Uu, sebelum SK turun, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Hasil rekomendasi Muscab, nantinya akan diserahkan kepada formatur, untuk kemudian diserahkan ke DPW.
"Ini kan (hasil muscab) dikasih (ke) formatur, dikasih waktu seminggu ya. Kemudian dibawa ke DPW, diverifikasi, berkomunikasi dengan DPP. Setelah itu merekomendasikan ke DPP," papar dia.
"Karena pemilihan ketua DPC hari ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau dulu, siapa yang paling banyak dipilih oleh pemilih, misalnya oleh PAC, untuk tingkat kabupaten, itu yang jadi (ketua). Kalau sekarang, memilih formatur. Jadi formatur itu yang akan menentukan ketua DPC, dan struktur kepengurusannya," lanjut mantan Wagub Jabar itu.
Selain itu, DPP juga memiliki kewenangan untuk menentukan Ketua DPC. Ditegaskan Uu, bisa saja DPP mengeluarkan SK untuk sosok yang berbeda dengan usulan formatur.
"DPP sekarang memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang menjadi ketua DPC. Sekalipun dari sini hasil formatur, diajukan si A, DPP bisa menentukan diganti oleh si B. Karena untuk meminimalisir konflik dan itu yang sekarang dilakukan dan sudah disosialisasikan kepada kader," ungkap dia.
"Artinya, jangan kecewa, hasil Muscab kabupaten A namanya B dalam formatur. Tapi keluar dalam SK, namanya C. Harus menjadi pemahaman bersama. Tapi kalau sudah kondusif seperti ini, sepertinya tidak ada masalah," lanjut dia.