Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi gedung Unpad
ilustrasi gedung Unpad (dok. Universitas Padjajaran)

Intinya sih...

  • Unpad tidak akan menaikkan UKT hingga 2029

  • Beasiswa tersedia bagi mahasiswa yang membutuhkan

  • Kendala dalam pendistribusian beasiswa, namun masih ada harapan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Universitas Padjadjaran berkomitmen tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan oleh para mahasiswa setiap semester, setidaknya hingga tahun 2029 mendatang. Selain memiliki UKT dengan rentang nominal yang relatif terjangkau, Unpad juga menawarkan banyak beasiswa bagi mereka yang membutuhkan dukungan finansial untuk kelanjutan studi.

“Kami juga menyiapkan beasiswa, banyak beasiswa untuk adik-adik semua, mulai dari beasiswa pemerintah, beasiswa yang dikeluarkan oleh Unpad, dan juga beasiswa-beasiswa lainnya untuk mahasiswa yang memang membutuhkan,” ujar Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita melalui siaran pers dikutip IDN Times, Minggu (11/1/2026).

1. Manfaatkan dana abadi

ilustrasi rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)

Arief meminta para orang tua dan mahasiswa tidak perlu khawatir terhadap UKT. Unpad adalah kampus negeri yang dibangun dan dijalankan dengan uang pajak masyarakat.

Seluruh jajaran Unpad akan berusaha agar pendidikan di Unpad tetap berkualitas dan mereka yang mengalami kendala finansial akan dibantu agar tetap dapat melanjutkan studi.

"Salah satu sumber beasiswa Unpad berasal dari pengembangan dana abadi Unpad yang saat ini berjumlah kurang lebih Rp74 miliar," kata dia.

2. Berikan berbagai beasiswa

ilustrasi beasiswa (freepix.com/Freepix)

Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq memaparkan data bahwa, kurang lebih 24 persen atau hampir seperempat mahasiswa Unpad tercatat telah menerima beasiswa dari berbagai sumber, baik internal maupun eksternal.

Data pertengahan tahun 2025 lalu menunjukkan, dari total sekitar 32.000 mahasiswa, kurang lebih 7.600 di antaranya terbantu melalui beragam program beasiswa. Capaian ini menunjukkan komitmen Unpad dalam mendukung akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.

Capaian ini menunjukkan komitmen Unpad dalam mendukung akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. “Beasiswa yang tersedia terdiri dari beberapa jenis, yaitu beasiswa bantuan pendidikan, beasiswa bantuan biaya hidup, beasiswa bantuan riset, dan beasiswa prestasi,” ujar Inu.

3. Pemberian beasiswa masih ada kendala

Ilustrasi Beasiswa. (Pexels.com/Gül Işık)

Untuk mahasiswa S-1 dan D-4, terdapat beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Beasiswa bantuan pendidikan diperuntukkan bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi, sedangkan beasiswa bantuan biaya hidup diberikan secara temporer, biasanya untuk satu hingga dua semester, dan disalurkan langsung kepada mahasiswa, bukan dalam bentuk pembayaran UKT.

Terdapat pula beasiswa prestasi yang diberikan tanpa mempertimbangkan latar belakang ekonomi, melainkan murni berdasarkan capaian akademik. Sementara itu, bagi mahasiswa jenjang S-2 dan S-3, tersedia beasiswa bantuan riset yang dikelola oleh Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian Pada Masyarakat (DRHPM) Unpad. Bagi mahasiswa baru, Unpad menyediakan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk membantu mereka yang akan memulai perkuliahan.

Namun, terdapat beberapa kendala dalam pendistribusian beasiswa ini, seperti mahasiswa yang memenuhi syarat untuk mendapatkan KIP-K, tapi tidak lulus dalam seleksi masuk kampus, atau mahasiswa yang lolos seleksi masuk kampus tetapi tidak memenuhi kriteria penerima KIP-K.

Selain itu, pada tahun ini pemberian kuota beasiswa KIP-K tidak diberikan sekaligus di awal, melainkan disesuaikan per jalur masuk, sehingga jumlah kuota yang tersedia di Unpad masih belum dapat dipastikan.

“Bagi teman-teman yang kebetulan lulus seleksi masuk kampus tapio belum mendapatkan beasiswa KIP-K, jika mereka masih masuk dalam golongan UKT I atau II, kemungkinan besar akan ada alokasi beasiswa tambahan jika kuota tersedia. Jadi masih ada harapan,” ujar Inu.

Editorial Team