Ilustrasi Beasiswa. (Pexels.com/Gül Işık)
Untuk mahasiswa S-1 dan D-4, terdapat beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Beasiswa bantuan pendidikan diperuntukkan bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi, sedangkan beasiswa bantuan biaya hidup diberikan secara temporer, biasanya untuk satu hingga dua semester, dan disalurkan langsung kepada mahasiswa, bukan dalam bentuk pembayaran UKT.
Terdapat pula beasiswa prestasi yang diberikan tanpa mempertimbangkan latar belakang ekonomi, melainkan murni berdasarkan capaian akademik. Sementara itu, bagi mahasiswa jenjang S-2 dan S-3, tersedia beasiswa bantuan riset yang dikelola oleh Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian Pada Masyarakat (DRHPM) Unpad. Bagi mahasiswa baru, Unpad menyediakan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk membantu mereka yang akan memulai perkuliahan.
Namun, terdapat beberapa kendala dalam pendistribusian beasiswa ini, seperti mahasiswa yang memenuhi syarat untuk mendapatkan KIP-K, tapi tidak lulus dalam seleksi masuk kampus, atau mahasiswa yang lolos seleksi masuk kampus tetapi tidak memenuhi kriteria penerima KIP-K.
Selain itu, pada tahun ini pemberian kuota beasiswa KIP-K tidak diberikan sekaligus di awal, melainkan disesuaikan per jalur masuk, sehingga jumlah kuota yang tersedia di Unpad masih belum dapat dipastikan.
“Bagi teman-teman yang kebetulan lulus seleksi masuk kampus tapio belum mendapatkan beasiswa KIP-K, jika mereka masih masuk dalam golongan UKT I atau II, kemungkinan besar akan ada alokasi beasiswa tambahan jika kuota tersedia. Jadi masih ada harapan,” ujar Inu.