Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung tengah menjadi kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam mengatasi persoalan sampah yang makin menumpuk. Berbagai teknologi dicoba untuk mengatasi persoalan tersebut agar Bandung tidak menjadi lautan sampah.
Salah satu perguruan tinggi yang digandeng adalah Universitas Islam Bandung (Unisba.). Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung (UNISBA) adalah Prof. Dr. Neni Sri menuturkan, saat ini ia sedang membangun reaktor plasma dingin untuk mengolah sampah. Reaktor ini nantinya bisa membakar sampah tapi tidak menimbulkan emisi.
"Jadi ini adalah pengembangan alat yang sudah kami lakukan beberapa kali. Kami sudah memperkenalkan sebelumnya alat ini juga ke pihak kementerian riset, dan mereka tertarik dengan produk ini," ungkap Neni ditemui di Unisba, Rabu (21/1/2026).
Pembangunan reaktor pertama ada di kawasan Arcamanik. Lahan di sana milik pemerintah provinsi, tapi pengawasan operasional bakal dilakukan pihak kelurahan dan kecamatan sehingga Pemkot Bandung jelas akan ikut serta dalam operasionalnya.
