Cirebon, IDN Times - Kinerja transaksi digital melalui QRIS di wilayah Ciayumajakuning menunjukkan lonjakan signifikan pada awal 2026. Sepanjang Januari–Februari 2026, volume transaksi tercatat mencapai 41,88 juta transaksi dengan nilai nominal menembus Rp3,58 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan percepatan adopsi sistem pembayaran non-tunai di masyarakat, khususnya melalui QRIS dan uang elektronik.
“Peningkatan ini menunjukkan masyarakat semakin terbiasa menggunakan kanal pembayaran digital dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya di Kota Cirebon, Senin (6/4/2026).
