Bandung, IDN Times - Perkembangan teknologi digital mulai mengubah cara masyarakat Asia Tenggara berinvestasi dan melakukan trading. Aktivitas yang sebelumnya identik dengan perangkat desktop kini semakin bergeser ke smartphone seiring meningkatnya penggunaan internet seluler.
Transformasi ini terlihat dari pertumbuhan jumlah investor ritel di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Selain didukung harga smartphone yang semakin terjangkau, koneksi internet yang lebih baik juga ikut mempercepat adaptasi platform trading berbasis mobile.
Di Vietnam, misalnya, jumlah akun trading sekuritas domestik disebut telah mencapai 12,26 juta pada Februari 2026. Sementara di Indonesia, lebih dari separuh dari total 16,2 juta investor tercatat berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa trading kini tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu. Generasi muda mulai memanfaatkan aplikasi seluler sebagai sarana investasi sekaligus pengelolaan keuangan pribadi di tengah perkembangan ekonomi digital kawasan.
