Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi seorang terjun payung (unsplash.com/Martin Wyall)
Ilustrasi seorang terjun payung (unsplash.com/Martin Wyall)

Intinya sih...

  • Widiasih (58) warga Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung terjatuh saat Kejuaraan Daerah Terjun Payung di Perairan Laut Bojongsalawe.

  • Kantor SAR Bandung menerima informasi bahwa lima penerjun payung terjatuh, tiga berhasil landing tapi bukan pada tempat yang ditentukan, satu meninggal dunia, dan satu masih dalam pencarian.

  • Kegiatan terjun payung dihentikan sementara karena cuaca ekstrem. BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia menjelang malam tahun baru.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian satu penerjun payung yang gagal melakukan pendaratan di Pangandaran. Penerjun payung tersebut adalah Widiasih (58) warga Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Dia terjatuh saat kegiatan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung di Perairan Laut Bojongsalawe.

SAR Mission Coordinator, Ade Dian Permana mengatakan, hari ini rencana operasi SAR pencarian dimulai dari pukul 07.00 WIB dengan membagi tim menjadi 2 Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 penyisiran menggunakan waverunner dan perahu jukung seluas 2.82 N, sementara SRU 2 melakukan penyisiran di pesisir pantai di perbatasan Bojongsalawe dan Batukaras sejauh 3.25 KM.

"Selain itu juga melakukan pemantauan menggunakan drone thermal UAV di sekitar lokasi kejadian," kata Ade, Rabu (31/12/2025).

1. Para penerjun mendarat tidak pada tempatnya

ilustrasi orang terjun payung di atas laut (pexels.com/Donald Tong)

Dia menuturkan, Kantor SAR Bandung menerima informasi pada Selasa (30/12/2025) bahwa telah terjadi musibah lima penerjun payung terjatuh saat pelaksanaan kejuaraan daerah terjun payung. Sekitar pukul 10.15 WIB take-off perawat dari Bandara Nusawiru menggunakan pesawat latih fly school Ganesha Cessna 185 PK-SRC.

Di tengah perjalanan terjadi perubahan arah mata angin pada ketinggian 10.000 kaki yang menyebabkan hilang arah, tiga penerjun berhasil landing tapi bukan pada tempat yang ditentukan.

Kemudian satu penerjun dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan satu penerjun lainnya masih dalam pencarian tim SAR Gabungan. Adapun korban selamat antara lain Karni (56), Mustofa (56), Khuldori (54) sedangkan korban meninggal dunia atas nama Rusli (64).

2. Aktivitas terjun payung dihentikan sementara

Salah satu korban meninggal usai terjun payung di Pangandaran. IDN Times/Istimewa

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menambahkan bahwa jajaran Polres Pangandaran bersama Basarnas, Sat Polairud, TNI AL, dan instansi terkait langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk evakuasi korban, pengamanan area, serta pengumpulan keterangan saksi.

Polres Pangandaran juga telah menghentikan sementara kegiatan terjun payung tersebut guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh penyelenggara kegiatan olahraga udara dan olahraga ekstrem agar selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca sebelum pelaksanaan kegiatan.

3. Cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia

pasir lembut dan ombak tenang di Pantai Bopel (dok.pribadi/Natalia Indah)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia menjelang malam tahun baru 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Momen pergantian tahun yang identik dengan perayaan di ruang terbuka ini perlu diantisipasi dengan kesiapsiagaan terhadap kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga potensi banjir atau longsor di daerah rawan.

Wilayah-wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua termasuk dalam daftar provinsi yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Bahkan, beberapa wilayah juga mendapat peringatan angin kencang yang bisa memengaruhi kenyamanan dan keamanan aktivitas luar ruangan selama malam pergantian tahun.

Editorial Team