Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_1062.jpeg
Vihata Widhi Sakti Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Intinya sih...

  • Barongsai menjadi pembuka perayaan

  • Ibadah bersama sambut tahun baru Imlek

  • Penyalaan lilin tepat tengah malam

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Suasana merah khas Tahun Baru Imlek mulai terasa di Vihara Widhi Sakti, Kota Sukabumi. Lampion bergelantungan dan altar dihias bunga serta lilin, menandakan kesiapan vihara menyambut umat yang akan beribadah sekaligus merayakan pergantian tahun.

Pengurus vihara menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan malam Imlek 2026. Rangkaian kegiatan akan digelar dalam tiga sesi, mulai malam hingga tepat saat pergantian hari.

1. Barongsai jadi pembuka perayaan

Ilustrasi barongsai Gie Say Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Staf Pengurus Vihara, Dani Tirta, menjelaskan sesi pertama dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan atraksi barongsai. Pertunjukan tersebut merupakan bentuk penghormatan dari Persaudaraan Gie Say kepada Yang Mulia Kongco Han Tan Kong.

“Untuk sesi malam ini akan dibagi menjadi 3 sesi, untuk dari jam 8 sampai jam 10 kita akan melakukan atraksi barongsai penghormatan dari persaudaraan Gie Say terhadap Yang Mulia Kongco Han Tan Kong, lalu dilanjutkan dengan atraksi di depan, untuk jam 10 sampai jam 11 kita ada ibadah bersama, lalu jam 12 sampai jam 1 kita ada penyalaan lilin,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

2. Ibadah bersama sambut tahun baru Imlek

Vihata Widhi Sakti Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Setelah atraksi barongsai, umat akan mengikuti ibadah bersama mulai pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Momen ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa untuk menyambut tahun yang baru dengan harapan dan semangat positif.

Suasana khidmat diperkirakan menyelimuti ruang utama vihara saat doa-doa dipanjatkan secara bersama-sama.

3. Penyalaan lilin tepat tengah malam

Vihata Widhi Sakti Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Memasuki pukul 00.00 WIB, prosesi penyalaan lilin akan menjadi penutup rangkaian kegiatan. Tradisi ini menjadi simbol penerangan, harapan, serta awal baru di tahun yang akan dijalani.

Dani menyebutkan, vihara diperkirakan mampu menampung lebih dari 200 umat. Ia berharap perayaan Imlek kali ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mempererat kebersamaan.

“Harapannya kita bisa lebih menyatu lagi, bersama, Indonesia lebih makmur, dan sejahtera,” katanya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, perayaan Imlek di Vihara Widhi Sakti Sukabumi diharapkan berlangsung tertib, aman, dan penuh makna bagi seluruh umat yang merayakan.

Editorial Team