Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiga Upaya Wali Kota Farhan Urusi Kemacetan di Bandung
(Humas/Pemkot Bandung)
  • Pemkot Bandung di bawah Wali Kota Farhan menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang berdampak pada pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan infrastruktur jalan, penerapan sistem ATCS berbasis kecerdasan buatan, serta penguatan transportasi massal seperti BRT dan LRT.
  • Farhan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota agar pembenahan transportasi berjalan efektif demi mendukung mobilitas warga dan daya saing Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Bandung menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi kemacetan, meliputi peningkatan infrastruktur jalan, penerapan teknologi ATCS berbasis kecerdasan buatan, serta penguatan sistem transportasi massal seperti BRT dan LRT.
  • Who?
    Wali Kota Bandung Farhan bersama Pemerintah Kota Bandung, bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Kementerian Perhubungan, serta mendapat dukungan dari World Bank.
  • Where?
    Kegiatan dan rencana pembangunan difokuskan di wilayah Kota Bandung, termasuk kawasan Jalan Soekarno-Hatta timur, Stasiun KCIC Tegaluar, dan daerah Gedebage.
  • When?
    Pernyataan disampaikan oleh Wali Kota Farhan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Proses pelaksanaan program masih dalam tahap perencanaan dan koordinasi lintas lembaga.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang menjadi keluhan utama warga serta hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Bandung.
  • How?
    Pemkot meningkatkan kapasitas jalan melalui pembangunan fly over dan jembatan baru, menerapkan sistem ATCS adaptif untuk lalu lintas, serta mengembangkan BRT dan LRT terintegrasi dengan angkutan kota sebagai feeder.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times -Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga sekaligus tantangan besar sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki potensi besar di bidang pariwisata, namun berbagai persoalan klasik seperti sampah dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang memengaruhi capaian target pertumbuhan daerah.

"Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk menghadapi kemacetan ini," ujar Farhan dikutip Sabtu (21/2/2026).

1. Jalan layang utama sudah banyak diselesaikan

(Humas/Pemkot Bandung)

Langkah pertama adalah peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan. Dia menyampaikan, saat ini Pemkot Bandung bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pembangunan dan perbaikan jalan.

Pemerintah pusat, kata dia, telah menyelesaikan dua jalan layang utama, namun masih dibutuhkan pembangunan enam fly over tambahan di lintasan kereta api serta tiga jembatan konektivitas di sekitar Stasiun KCIC Tegalluar dan wilayah Gedebage.

Selain itu, peningkatan kualitas penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian, terutama di kawasan Jalan Soekarno-Hatta wilayah timur yang dinilai masih menjadi titik persoalan besar.

2. AI perlu diterapkan untuk mengatur lalu lintas

(Humas/Pemkot Bandung)

Langkah kedua adalah penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan melalui sistem ATCS (Automatic Traffic Control System). Sistem ini diharapkan mampu mengatur lalu lintas secara lebih adaptif dan efisien.

Farhan menjelaskan implementasi program tersebut tidak mudah karena memerlukan perencanaan matang serta koordinasi lintas pemerintah.

"Tidak mudahnya karena pengadaannya harus betul-betul perencanaan yang sangat baik karena melibatkan tiga organisasi besar, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota," ujarnya.

3. Transportasi umum Kota Bandung belum layak

(Humas/Pemkot Bandung)

Langkah ketiga adalah penguatan transportasi massal. Pemkot Bandung bersama Kementerian Perhubungan dan dukungan World Bank tengah mendorong dua program besar, yakni pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta studi kelayakan LRT bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Menurut Farhan, BRT dirancang melayani koridor timur–barat, sementara LRT akan menghubungkan jalur utara–selatan. Skema ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung sistem transportasi massal Kota Bandung.

Namun demikian, ia menyatakan, revitalisasi angkutan kota (angkot) tetap menjadi bagian penting dari sistem baru tersebut. Angkot harus bertransformasi menjadi feeder bagi BRT dan LRT agar sistem transportasi terintegrasi dapat berjalan optimal.

Farhan juga menyoroti persoalan mendasar transportasi di Bandung yang belum mengalami perubahan trayek sejak 1984. Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dinilai sudah terlalu tinggi, sehingga dibutuhkan langkah revolusioner untuk mengembalikan minat warga menggunakan transportasi umum.

"Terus terang sekarang ini kualitas kendaraan umum dan transportasi umum di Kota Bandung sangat tidak layak," ungkapnya.

Farhan mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci dalam mendorong percepatan realisasi berbagai program tersebut. Menurutnya, pembenahan transportasi bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing pariwisata Kota Bandung ke depan.

Editorial Team