Bandung, IDN Times - Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatukan Lapangan Gasibu dan Gedung Sate sudah dimulai. Proyek yang menelan anggaran Rp15,8 Miliar ini direncanakan akan menutup lapangan Jalan Diponegoro, yang selama ini menjadi pemisah antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, sejumlah paving blok halaman Gedung Sate mulai dibongkar. Alat berat beko pun mulai beroperasi. Sementara di halaman Gedung Sate depan Jalan Diponegoro ditutup oleh seng.
Anggaran untuk penataan Plaza Gedung Sate kini sudah muncul di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Dalam laman tersebut tercantum anggaran proyek ini mencapai Rp15,82 miliar berasal dari APBD 2026 di bawah Biro Umum Pemprov Jabar.
Adapun rincian proyek penataan yang akan dilakukan di depan Gedung Sate ini meliputi pekerjaan fisik (e-purchasing) sebesar Rp15,037 miliar, jasa konsultasi perencanaan Rp321,3 juta, dan jasa konsultasi pengawasan Rp464,3 juta. Total keseluruhan mencapai Rp15,82 miliar. Adapun, lahan yang ditata meliputi 14.642 meter persegi, panjang koridor 97 m - 144.24 m.
