Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Telan Anggaran Rp15,8 Miliar, Pembangunan Plaza Gedung Sate Dimulai
Suasana pembangunan Plaza Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai proyek penataan Plaza Gedung Sate senilai Rp15,82 miliar untuk menyatukan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu sebagai simbol pusat pemerintahan daerah.
  • Penataan berlangsung 8 April hingga 6 Agustus 2026, mencakup area 14.642 m² dengan konsep ruang publik terintegrasi yang ramah pejalan kaki dan merepresentasikan budaya Jawa Barat.
  • DPRD Jabar menyoroti proyek ini belum dibahas secara resmi di Komisi IV serta menekankan pentingnya sinkronisasi, transparansi anggaran, dan pelestarian nilai heritage Gedung Sate.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Agustus 2025

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keinginannya memindahkan pusat upacara Hari Kemerdekaan dari Lapangan Gasibu ke halaman depan Gedung Sate setelah upacara HUT ke-80 RI.

8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026

Penataan kawasan Gedung Sate dijadwalkan berlangsung, mencakup integrasi dengan Lapangan Gasibu dan pembangunan Plaza Gedung Sate senilai Rp15,82 miliar.

14/4/2026

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady menyatakan rencana proyek Plaza Gedung Sate belum pernah dibahas secara spesifik di DPRD dan menyoroti perlunya sinkronisasi serta pembahasan anggaran.

kini

Pembangunan Plaza Gedung Sate telah dimulai dengan pembongkaran paving blok dan penutupan area depan Jalan Diponegoro. Anggaran proyek tercatat di SiRUP bersumber dari APBD 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai proyek pembangunan Plaza Gedung Sate senilai Rp15,82 miliar untuk menyatukan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu menjadi ruang publik terpadu.
  • Who?
    Proyek ini digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan dilaksanakan oleh Biro Umum Setda Pemprov Jabar, dengan pengawasan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar.
  • Where?
    Pekerjaan dilakukan di area depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, mencakup lahan seluas 14.642 meter persegi yang menghubungkan dengan Lapangan Gasibu.
  • When?
    Pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung mulai 8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026, sementara persiapan lapangan sudah dimulai pada awal tahun ini.
  • Why?
    Penataan dilakukan untuk memperkuat fungsi Gedung Sate sebagai simbol pusat pemerintahan Jawa Barat serta menciptakan ruang publik yang nyaman dan merepresentasikan identitas daerah.
  • How?
    Pembangunan meliputi pembongkaran halaman lama, penataan koridor utama, pembangunan pedestrian, serta integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu menggunakan dana APBD 2026 sebesar Rp15,82 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gubernur Jawa Barat namanya Pak Dedi mau bikin tempat baru di depan Gedung Sate supaya nyambung sama Lapangan Gasibu. Tempatnya besar dan uangnya banyak banget, Rp15,8 miliar. Sekarang tanahnya sudah mulai dibongkar dan ditutup seng. Nanti katanya mau jadi tempat jalan-jalan dan upacara yang bagus buat semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembangunan Plaza Gedung Sate menunjukkan upaya serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat identitas daerah melalui penataan ruang yang terencana. Dengan mengintegrasikan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, proyek ini berpotensi menghadirkan ruang publik yang nyaman, inklusif, serta merepresentasikan nilai budaya Jawa Barat dalam tata kawasan yang lebih harmonis dan estetis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatukan Lapangan Gasibu dan Gedung Sate sudah dimulai. Proyek yang menelan anggaran Rp15,8 Miliar ini direncanakan akan menutup lapangan Jalan Diponegoro, yang selama ini menjadi pemisah antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, sejumlah paving blok halaman Gedung Sate mulai dibongkar. Alat berat beko pun mulai beroperasi. Sementara di halaman Gedung Sate depan Jalan Diponegoro ditutup oleh seng.

Anggaran untuk penataan Plaza Gedung Sate kini sudah muncul di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Dalam laman tersebut tercantum anggaran proyek ini mencapai Rp15,82 miliar berasal dari APBD 2026 di bawah Biro Umum Pemprov Jabar.

Adapun rincian proyek penataan yang akan dilakukan di depan Gedung Sate ini meliputi pekerjaan fisik (e-purchasing) sebesar Rp15,037 miliar, jasa konsultasi perencanaan Rp321,3 juta, dan jasa konsultasi pengawasan Rp464,3 juta. Total keseluruhan mencapai Rp15,82 miliar. Adapun, lahan yang ditata meliputi 14.642 meter persegi, panjang koridor 97 m - 144.24 m.

1. Pemprov Jabar mengintegrasikan Lapangan Gasibu dengan Gedung Sate

Halal bihalal pegawai Pemprov Jabar di Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Berdasarkan keterangan resmi Biro Umum Setda Pemprov Jabar kepada Humas Jabar, tujuan penataan untuk memperkuat fungsi Gedung Sate sebagai simbol pusat pemerintahan daerah.

Sementara, Kepala Dinas Komunikaso dan Informatika Jabar Mas Adi Komar menegaskan, penataan Gedung Sate akan dilaksanakan pada 8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026.

"Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat (center point) Jawa Barat," kata Adi belum lama ini.

Selain memperkuat simbol pemerintahan Jabar, kawasan terintegrasi ini diarahkan menjadi ruang publik yang mampu merepresentasikan nilai dan budaya Jawa Barat dalam satu kesatuan yang utuh. Hal itu diwujudkan melalui penataan konsep desain kawasan, pedestrian/akses pejalan kaki, serta elemen ruang terbuka publik lainnya.

"Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga mendorong integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu guna menciptakan ruang terbuka publik yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki," ujarnya.

2. DPRD tidak dilibatkan dalam pekerjaan ini

Halal bihalal pegawai Pemprov Jabar di Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan rencana ini belum pernah dibahas sebelumnya dengan DPRD. Dia pun tidak mengetahui secara jelas rencana tersebut akan dijalankan seperti apa.

"Itu wacana ya, satu, yang kedua, secara spesifik dibahas di Komisi IV belum pernah. Saya tidak tahu apakah itu kemudian disampaikan di pimpinan atau di mana, saya tidak tahu yang pasti secara spesifik belum pernah di Komisi IV," ujar Daddy, Selasa (14/4/2026).

Menurut Daddy, rencana ini ada baiknya harus dibahas bersama dengan DPRD Provinsi Jabar karena menyangkut dengan estetika dari Gedung Sate yang merupakan ikon penting untuk Jawa Barat.

"Kami berharap tentu ada satu selain mekanisme, ada sinkronisasi. Karena kaitannya dengan estetika yang pasti Gedung Sate adalah salah satu heritage. Jadi harus dipikirkan soal unsur itu yang paling utama," katanya.

Legislatif, kata Daddy juga perlu mengetahui anggaran yang akan digunakan seperti apa, karena selama ini untuk Plaza Gedung Sate ini belum pernah dibahas secara pasti termasuk dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Kemudian bagian lainnya saya kira soal anggaran kemarin tuh sempat menyebut angka Rp15 miliar, enggak tahu juga nih karena belum belum detail di Komisi IV bicara soal itu," kata dia.

3. DPRD Jabar perlu tahu DED

Halaman Gedung Sate Bandung (Vecteezy.com/Jhon Paul)

Dalam perencanaan proyek pemerintah termasuk rencana Plaza Gedung Sate, Daddy menjelaskan, tentunya harus sudah ada Detail Engineering Design (DED), dan itu legislatif perlu mengetahuinya.

"Kalau saya gini sederhananya, satu, kan harus ada DED lebih dulu, yang kedua soal tata urut pembahasan anggaran lah tertib anggaran lah," katanya.

"Yang ketiga, dia tetap bisa di tahun ini tapi mungkin di perubahan, tidak di murni marena seingat saya sekali lagi seingat saya di Komisi IV belum pernah ada pembahasan serius soal ini," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi memiliki keinginan untuk menggeser pusat upacara Hari Kemerdekaan dari Lapangan Gasibu ke halaman depan Gedung Sate. Hal ini disampaikan seusai upacara HUT ke-80 RI, 17 Agustus 2025 lalu.

Menurut Dedi, selama ini Lapangan Gasibu dan Gedung Sate seperti terpisah, dan latar belakang kegiatan di Gasibu justru didominasi bangunan komersial di sekitarnya.

"Saya lihat hari ini kok terpisah banget antara Gasibu dan Gedung Satenya misah. Tapi Gedung Satenya tidak menjadi sentral dari upacara. Bahkan begitu bendera di atas berkibar, di samping benderanya Hotel Pullman, itu kan penting," katanya.

Editorial Team