Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teknologi 3D Printing Kian Dilirik Berbagai Sektor
ilustrasi 3D printer (unsplash.com/ZMorph All-in-One 3D Printers)
  • IndoCart merayakan usia ke-23 dengan komitmen memperluas akses teknologi 3D printing agar lebih inklusif bagi kreator, pelaku industri, dan institusi pendidikan di Indonesia.
  • Teknologi 3D printing kini makin relevan di berbagai sektor karena mampu mewujudkan ide menjadi produk nyata secara efisien, baik untuk kebutuhan industri maupun karya kreatif.
  • IndoCart fokus menjaga keseimbangan antara kualitas, harga, dan layanan sambil membangun komunitas serta edukasi 3D printing melalui outlet baru dan konsep pop-up store.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Perkembangan teknologi manufaktur digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi ini membuka peluang baru bagi kreator, pelaku industri, hingga institusi pendidikan untuk mengembangkan ide menjadi produk nyata.

Salah satu teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan adalah 3D printing. Teknologi ini memungkinkan proses produksi menjadi lebih cepat, fleksibel, dan dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.

Sebagai salah satu distributor di bidang tersebut, IndoCart berupaya menghadirkan ekosistem teknologi yang lebih terbuka dan inklusif. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi kreatif di Indonesia.

Memasuki usia ke-23, perusahaan ini menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem 3D printing di Tanah Air, sekaligus menjawab tantangan akses teknologi yang masih terbatas bagi sebagian kalangan.

1. Berangkat dari misi membuka akses teknologi

Teknologi 3D Printing Kian Dilirik Berbagai Sektor (Dok. IDN Times)

Sejak berdiri pada 2003, IndoCart membawa misi untuk mendukung perkembangan teknologi kreatif di Indonesia. Perusahaan ini melihat bahwa akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan bagi banyak kreator lokal.

Pemilik IndoCart, Albert Ong, menilai bahwa teknologi seharusnya dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya segmen tertentu.

“IndoCart sudah 23 tahun hadir dengan semangat menghadirkan alternatif yang lebih sehat bagi perkembangan ekosistem teknologi kreatif di Indonesia. Sejak awal kami percaya bahwa teknologi, termasuk 3D printing, seharusnya dapat diakses secara lebih terbuka oleh berbagai kalangan, bukan hanya oleh komunitas tertentu atau segmen pasar yang terbatas,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, potensi kreativitas anak muda Indonesia sangat besar, tetapi sering kali terhambat oleh keterbatasan akses terhadap alat dan teknologi produksi yang memadai.

2. Teknologi 3D printing makin relevan lintas sektor

ilustrasi 3D printer (unsplash.com/Ion (Ivan) Sipilov)

Seiring berkembangnya kebutuhan industri dan kreator, teknologi 3D printing semakin banyak digunakan di berbagai sektor. Mulai dari pembuatan prototipe hingga karya kreatif, teknologi ini menawarkan fleksibilitas tinggi dalam proses produksi.

Albert menjelaskan bahwa 3D printing memungkinkan ide diwujudkan menjadi produk nyata dengan lebih efisien, baik untuk kebutuhan industri maupun personal.

“Teknologi 3D printing memungkinkan ide dan imajinasi diwujudkan menjadi produk nyata, mulai dari prototipe produk, komponen fungsional, hingga karya kreatif seperti figur dan miniatur,” kata Albert.

Saat ini, teknologi yang umum digunakan meliputi FDM (Fused Deposition Modeling) dan resin printing (SLA). Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari produksi skala kecil hingga kebutuhan detail tinggi seperti miniatur dan desain presisi.

3. Fokus pada kualitas dan pengembangan ekosistem

Teknologi 3D Printing Kian Dilirik Berbagai Sektor (Dok. IDN Times)

Di tengah persaingan distribusi perangkat teknologi, IndoCart memilih fokus pada keseimbangan antara kualitas produk, harga, dan layanan pelanggan. Strategi ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang.

Albert menegaskan bahwa perusahaannya tidak berorientasi pada harga murah semata, melainkan pada nilai dan keberlanjutan layanan.

“Kami tidak memposisikan diri sebagai distributor yang menawarkan harga paling murah. Yang lebih penting bagi kami adalah menjaga keseimbangan antara harga yang wajar, kualitas produk, serta layanan yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Selain itu, IndoCart juga aktif membangun komunitas dan edukasi terkait 3D printing. Perusahaan berencana memperluas jangkauan melalui pembukaan outlet baru, penguatan layanan teknis, serta menghadirkan konsep pop-up store agar teknologi ini semakin dikenal luas di masyarakat.

Editorial Team