Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tangis Haru Ibu Odi Pecah, Bisa Video Call Langsung dengan Putranya
Hani Hanifa Humanisa orang tua dari jurnalis Republika, Thoudy Badai, yang sempat diamankan tentara Israel. Dok Istimewa
  • Ibu Odi, Hani Hanifa, akhirnya bisa video call langsung dengan putranya di Turki setelah berhari-hari cemas, membuat suasana keluarga pecah haru dan penuh rasa lega.
  • Keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan Odi meski tampak sehat, karena ada kekhawatiran kecil soal kondisi fisiknya dan perlunya pemeriksaan medis resmi di Turki.
  • Hani memilih fokus menikmati kepulangan Odi dan belum ingin memikirkan tugas kemanusiaan berikutnya, sambil menyampaikan apresiasi kepada pemerintah serta media atas dukungan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kabar kepulangan jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan alias Odi, disambut penuh haru oleh keluarganya. Sang ibu, Hani Hanifa Humanisa (56), mengaku tak bisa menyembunyikan rasa lega setelah akhirnya mendengar langsung suara anaknya melalui sambungan video dari Turki.

Momen itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Kamis (21/5/2026). Setelah berhari-hari dihantui kecemasan, Hani mengatakan keluarganya akhirnya yakin bahwa Odi benar-benar selamat.

“Bener-bener tidak nyangka. Kita akhirnya yakin Odi selamat karena bisa langsung ngobrol, dengar suaranya, lihat wajahnya lewat video call,” kata Hani saat ditemui wartawan.

1. Video call singkat dari Turki bikin keluarga histeris

Hani Hanifa Humanisa orang tua dari jurnalis Republika, Thoudy Badai, yang sempat diamankan tentara Israel. Dok Istimewa

Hani mengatakan, video call dilakukan menggunakan telepon genggam milik staf KBRI di Turki. Saat itu, Odi belum banyak bercerita soal kondisi yang dialaminya karena panggilan dilakukan bergantian dengan relawan lain yang juga ingin menghubungi keluarga masing-masing. Meski singkat, momen itu sudah cukup membuat keluarga merasa tenang.

“Dia cuma say hello, nanyain kabar, ketawa-ketawa aja. Kita malah yang teriak-teriak saking senangnya,” ujar Hani.

Ia mengatakan, suasana rumah saat itu langsung berubah emosional. Bahkan, pimpinan redaksi Republika yang tengah menghubunginya ikut mendengar kabar bahagia tersebut.

Hani mengaku selama ini keluarganya hanya bisa menunggu perkembangan informasi sambil berharap kondisi Odi baik-baik saja. Karena itu, melihat wajah putranya secara langsung menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarga.

2. Keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan Odi

Cerita Ibu Jurnalis Republika yang Ditangkap Tentara Israel: Odi Bertekad untuk Tembus ke Gaza. IDN Times/Debbie Sutrisno

Meski terlihat sehat secara fisik, Hani mengaku keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang dilakukan kepada Odi dan relawan lainnya setibanya di Turki. Ia mengatakan, ada anggota keluarga yang sempat memperhatikan cara berjalan Odi terlihat sedikit pincang saat video call berlangsung. Namun, keluarga belum ingin berspekulasi lebih jauh.

“Yang kelihatan sih sehat fisiknya. Cuma ada keluarga yang notice jalannya kayak pincang. Tapi saya tidak mau berspekulasi dulu,” katanya.

Menurut Hani, pemeriksaan kesehatan memang diperlukan karena sejumlah relawan lain disebut mengalami kondisi fisik yang memprihatinkan. Selain alasan medis, pemeriksaan juga diduga berkaitan dengan kebutuhan pendataan dan proses hukum.

“Katanya memang ada relawan yang kondisinya memprihatinkan, jadi perlu pemeriksaan fisik dulu sebagai bukti,” ujarnya.

Rencananya, keluarga akan menjemput Odi di Jakarta setelah seluruh proses kepulangan selesai dilakukan.

3. Belum mau pikirkan Odi berangkat lagi ke wilayah konflik

Tangkapan video para aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 disiksa Israel. (Tangkapan layar video @humantiproject)

Di tengah rasa lega yang kini dirasakan keluarga, Hani mengaku belum ingin memikirkan kemungkinan Odi kembali bertugas ke wilayah konflik atau menjalankan aksi kemanusiaan lainnya. Ia mengakui pengalaman beberapa hari terakhir membuat dirinya sangat stres dan terus dihantui rasa khawatir.

“Sebenernya saya udah stres. Saya nggak mau dulu lah mikirin dia ke mana-mana lagi,” ucapnya.

Untuk saat ini, Hani memilih fokus menikmati kepulangan anaknya terlebih dahulu. Ia ingin memastikan kondisi Odi benar-benar pulih sebelum membicarakan hal lain.

“Sekarang cukup fokus nikmati kepulangannya dulu. Soal langkah selanjutnya nanti saja,” katanya.

4. Keluarga apresiasi pemerintah dan dukungan media

Aksi damai aktivitas kemanusiaan dan jurnalis Kota Bandar Lampung menggelar aksi damai pembebasan 9 WNI ditahan militer Israel di Tugu Adipura. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Hani juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai membantu proses pemulangan Odi dan relawan lainnya. Ia mengaku sempat dihubungi staf Kementerian Luar Negeri yang terus memberikan perkembangan informasi kepada keluarga.

Menurut dia, respons pemerintah cukup positif hingga akhirnya seluruh relawan bisa dibebaskan dan dipulangkan. “Saya apresiasi upaya pemerintah dan negosiasi yang dilakukan sampai akhirnya semua relawan dibebaskan,” katanya.

Tak hanya pemerintah, Hani juga berterima kasih kepada pimpinan redaksi Republika, tim kemanusiaan, hingga masyarakat yang terus memberikan dukungan dan doa. Ia secara khusus menyoroti peran media yang terus mengabarkan perkembangan situasi sehingga publik ikut memberikan perhatian besar terhadap kasus tersebut.

“Yang paling utama saya tidak bisa nafikan adalah teman-teman media yang terus menginformasikan dan meng-update situasi ini sehingga masyarakat lebih aware dan muncul rasa empati,” ujarnya.

Editorial Team