Bandung, IDN Times - Tren konsumsi susu kambing Etawa di Indonesia terus berkembang memasuki 2026. Perubahan tidak hanya terjadi pada inovasi produk, tetapi juga pada karakter konsumen yang semakin beragam seiring dengan pergeseran gaya hidup masyarakat.
Pilihan nutrisi kini tak lagi semata-mata didasarkan pada fungsi kesehatan. Faktor rasa, kebiasaan konsumsi, hingga pendekatan gaya hidup ikut menentukan produk yang dipilih. Hal ini terlihat dari munculnya dua kecenderungan utama dalam konsumsi susu Etawa.
Sebagian konsumen mengutamakan rasa yang ringan dan mudah dikonsumsi setiap hari. Sementara kelompok lain lebih menikmati sensasi rempah yang kuat dan hangat, yang identik dengan minuman herbal tradisional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumsi susu kambing Etawa telah menjadi bagian dari identitas gaya hidup. Perbedaan preferensi rasa kemudian membentuk segmentasi konsumen yang semakin jelas.
