Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_1177.jpeg
Tarawih perdana Muhammadiyah di Kota Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Intinya sih...

  • Maklumat PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026, sehingga tarawih perdana dilaksanakan sesuai dengan maklumat tersebut.

  • Imbauan pimpinan universitas meningkatkan antusiasme jemaah dalam melaksanakan salat tarawih perdana, terlihat dari jumlah jemaah yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Perbedaan penetapan awal Ramadan dengan organisasi Islam lainnya dianggap wajar oleh Asep Muhammad Ramdhan, dan ia berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam di Kota Sukabumi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kota Sukabumi, IDN Times - Malam pertama Ramadan 1447 Hijriah versi Muhammadiyah di Sukabumi disambut dengan penuh antusias. Jemaah memadati Masjid Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Selasa (17/2/2026) malam, untuk menunaikan salat tarawih perdana.

Sejak usai salat Isya, jemaah berdatangan dan mengisi saf hingga ke bagian belakang masjid. Tak hanya dosen dan keluarga besar kampus, warga sekitar serta karyawan perkantoran di kawasan Gang Koperasi turut bergabung dalam ibadah berjamaah tersebut.

1. Mengacu maklumat PP Muhammadiyah

Tarawih perdana Muhammadiyah di Kota Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Wakil Rektor I Bidang Keislaman UMMI, Asep Muhammad Ramdhan, mengatakan pelaksanaan tarawih ini mengacu pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

“Kita melaksanakan tarawih perdana sesuai dengan maklumat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jauh-jauh hari sudah ditetapkan bahwa 1 Ramadan bertepatan dengan 18 Februari, jadi insyaallah besok kita mulai puasa pertama,” ujarnya kepada IDN Times di lokasi.

2. Imbauan pimpinan dongkrak semangat ibadah

Tarawih perdana Muhammadiyah di Kota Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Asep menilai jumlah jemaah tahun ini terlihat lebih banyak dibandingkan Ramadan sebelumnya. Hal itu, menurutnya, tak lepas dari imbauan pimpinan universitas agar civitas akademika mengikuti salat tarawih perdana.

“Keliatannya hari ini sangat antusias, mungkin agak lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dari pimpinan universitas juga memberikan imbauan untuk melaksanakan salat minimal yang perdana dan kita memfasilitasi warga setempat untuk tarawih bersama Muhammadiyah,” katanya.

Ia menyebut jemaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat kampus hingga pegawai perkantoran.

“Ada beberapa dosen, warga sekitar, juga teman-teman dari BPJS yang bekerja di Gang Koperasi. Jadi umumnya dosen dan keluarga UMMI, masyarakat setempat, serta karyawan lainnya,” tuturnya.

3. Soal perbedaan awal Ramadan

Tarawih perdana Muhammadiyah di Kota Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Menanggapi perbedaan penetapan awal Ramadan dengan organisasi Islam lainnya, Asep menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Itu biasa, hanya berbeda cara menentukan. Muhammadiyah menggunakan pendekatan tertentu, organisasi lain menggunakan pendekatan berbeda. Saya pikir tidak masalah, yang penting kita sama-sama muslim,” ujarnya.

Ia pun berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam, khususnya di Kota Sukabumi.

“Semoga dalam pelaksanaan ibadah tarawih malam pertama ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan ibadah kita sampai akhir nanti diterima,” pungkasnya.

Editorial Team