Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menengok Suasana Kehangatan Ramadan di RSUD Syamsudin Sukabumi
Suasana masjid RSUD Syamsudin yang diisi oleh keluarga pasien (dok IDN Times)
  • RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi menghadirkan suasana Ramadan penuh empati, di mana keluarga pasien menjalani ibadah sambil mendampingi proses penyembuhan orang tercinta.
  • Manajemen rumah sakit membagikan sekitar 100–150 paket takjil gratis setiap hari bagi keluarga pasien sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan humanis selama bulan suci.
  • Program berbagi takjil menciptakan kehangatan dan kebersamaan di lingkungan rumah sakit, sejalan dengan komitmen untuk memberikan pelayanan yang memanusiakan manusia sepanjang Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kota Sukabumi, IDN Times - Suasana Ramadan 1447 Hijriah terasa berbeda di lingkungan RSUD R Syamsudin SH. Di tengah lalu lalang tenaga kesehatan dan aroma antiseptik yang khas, keluarga pasien tetap setia menunggu orang tercinta yang dirawat.

Bagi mereka, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kesabaran mendampingi proses penyembuhan di ruang-ruang perawatan.

1. Ramadan di tengah penantian

ilustrasi ramadan (pexels.com/Ahmed Aqtai)

Direktur RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Yayan Rusyandi, mengatakan Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai empati dalam pelayanan kesehatan. Banyak keluarga pasien yang menjalani Ramadan di rumah sakit, berbeda dengan keluarga pada umumnya.

“Ramadan adalah momentum untuk membasuh jiwa dengan berbagi. Kami ingin keluarga pasien tetap merasakan hangatnya kebersamaan, meski raga mereka harus berjaga di sela-sela bed perawatan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berperan sebagai fasilitas layanan medis, tetapi juga ruang sosial yang perlu menghadirkan rasa peduli dan kebersamaan.

2. Ratusan paket takjil dibagian gratis

ilustrasi kurma (istockphoto.com/Ika Rahma)

Sebagai wujud kepedulian, manajemen rumah sakit membagikan sekitar seratus hingga 150 paket takjil setiap hari selama Ramadan. Paket tersebut diberikan kepada keluarga pasien yang berbuka puasa di area rumah sakit.

“Ini adalah bentuk empati dan pelayanan yang humanis. Kami ingin menghadirkan sisi sosial dan emosional, melengkapi ikhtiar medis yang kami lakukan,” kata Yayan.

Tak sedikit keluarga pasien yang harus berbuka di kursi tunggu atau selasar rumah sakit. Kehadiran takjil gratis menjadi penyemangat di tengah situasi yang penuh ujian.

3. Pelayanan humanis jadi komitmen di bulan suci

Ilustrasi Ramadan (Pinterest.com)

Program berbagi takjil ini menciptakan suasana Ramadan yang lebih hangat di lingkungan rumah sakit. Senyum para penunggu pasien tampak merekah saat menerima paket berbuka. Yayan menegaskan komitmen tersebut akan terus dijaga sepanjang bulan suci.

“Pelayanan terbaik bukan hanya tentang resep dokter, tetapi juga tentang bagaimana memanusiakan manusia dan memuliakan bulan yang penuh berkah ini dengan tangan yang terbuka,” katanya.

Editorial Team