Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stok Daging Sapi di Bandung Menipis, Warga Diimbau Tak Panic Buying
Penjualan daging sapi, dok. Diskominfo Bandung
  • Pasokan daging sapi di Bandung menipis akibat imbauan 'Libur Dagang Bersama', membuat sebagian pedagang memilih tidak berjualan selama 18–19 Mei 2026.
  • Pemkot Bandung memantau distribusi daging sapi dan mengimbau warga tidak panic buying serta memanfaatkan sumber protein alternatif sementara stok terbatas.
  • Pedagang di Pasar Kosambi mogok berjualan sebagai bentuk protes atas ketidakstabilan harga, menyebabkan kios kosong dan konsumen beralih ke daging ayam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pasokan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung mulai terbatas usai adanya imbauan “Libur Dagang Bersama” dari Apresiasi Nusantara, asosiasi peternak dan pedagang daging sapi. Kondisi ini membuat sebagian pedagang memilih tidak berjualan selama 18-19 Mei 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini melakukan pemantauan distribusi dan perdagangan daging sapi melalui koordinasi lintas dinas. Warga pun diminta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying (pembelian berlebihan). Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, keterbatasan stok mulai terlihat di sejumlah pasar tradisional.

“Sedangkan di beberapa pasar lainnya seperti Pasar Baru, Cihapit, dan Pasar Ujungberung, pedagang masih berjualan dengan stok yang terbatas,” ujar Ronny melalui siaran pers dikutip IDN Times, Selasa (19/5/2026).

1. Banyak pedagang daging tak berjualan

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Mogok Berjualan. IDN Times/Istimewa

Hasil monitoring Disdagin Kota Bandung menunjukkan sebagian besar pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Ciroyom, Sederhana, dan Kiaracondong tidak berjualan sementara waktu.

Penghentian aktivitas jual beli ini dilakukan menyusul adanya imbauan libur dagang bersama dari asosiasi peternak dan pedagang daging sapi nasional. Akibat kondisi tersebut, pasokan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung diperkirakan mengalami keterbatasan selama dua hari ke depan.

Di tengah stok yang terbatas, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung kini berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Harga tersebut bergantung pada jenis potongan daging, kualitas, hingga lokasi pasar tempat penjualan.

Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom tetap beroperasi normal dan masih melayani permintaan pemotongan hewan.

2. Pemkot minta warga cari alternatif protein

Penjualan daging ayam di pasar tradisional, dok. Diskominfo Bandung

Pemkot Bandung mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak membeli daging sapi secara berlebihan. Warga juga diminta memanfaatkan alternatif sumber protein lain selama pasokan daging sapi masih terbatas di pasaran.

"Kami meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi pasokan pangan. Pemkot Bandung memastikan akan terus memantau situasi dan memberikan informasi resmi secara berkala," kata dia.

3. Pedagang di Pasar Kosambi memilih tutup

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Mogok Berjualan. IDN Times/Istimewa

Kemarin, seluruh pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, memilih mogok berjualan, Senin (18/5/2026). Kios-kios yang selama ini ditempati pedagang tampak kosong dan tidak ada sisa-sisa potongan daging sapi hasil penjualan.

Kepala Unit Pasar Kosambi, Yayan Agustina Gunawan, menuturkan bahwa aksi yang dilakukan adalah bentuk protes karena ketidakstabilan terhadap harga jual daging sapi saat ini yang terus mengalami kenaikan.

"Kami kurang tahu (para pedagang sapi mogok). Kami tahunya mereka tidak jualan dari kemarin (Minggu). Katanya (dari informasi yang beredar) ada kenaikan harga dari sananya. Tapi itu juga belum pasti kebenarannya," kata Yayan.

Yayan mengatakan, mogoknya para pedagang sapi memberi dampak besar pada para konsumen yang selama ini membeli. Karena tidak ada pedagang berjualan sebagian pembeli ada yang mengurungkan niat belanja, ada juga yang kemudian beralih membeli daging ayam.

Menurutnya, harga daging ayam sendiri sekarang sedang turun seprti ayam broiler mencapai Rp38 ribu per kg. "Para pedagang daging sapi susah menaikkan harga, karena takut ditinggal oleh pelanggan. Untuk harganya Rp140 ribu sampai Rp160 ribu (per kilogram)," ucapnya.

Editorial Team