Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260210-WA0033.jpg
Stasiun kereta communter line di Bandung Raya. Dok Istimewa

Intinya sih...

  • Mobilitas warga makin mudahBerdasarkan data BPS, wilayah Kabupaten Bandung Barat memiliki lebih dari 5.300 ASN. Layanan di Stasiun Gadobangkong menayangkan percepatan aktivitas ekonomi yang mempengaruhi mobilitas tenaga kerja.

  • Akses kereta makin dibutuhkanStasiun Gadobangkong mencatatkan 7.016 orang naik, naik 19% dari tahun sebelumnya. Volume pengguna Commuter Line Bandung Raya juga meningkat 11% menjadi 999.725 orang.

  • Siapkan pembangunan stasiun lainnyaPenyesuaian jadwal KA 398A meningkatkan pengguna signifikan menjadi 138 orang pada awal operasional penyesuaiannya. KAI Commuter bersama DJKA akan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - KAI Commuter Area 2 Bandung bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dalam hal ini BTP Bandung, terus meningkatkan layanannya di Stasiun Gadobangkong sebagai simpul layanan transportasi Commuter Line di wilayah Bandung Raya. 

Bangunan Stasiun Gadobangkong yang telah dioperasikan sejak 1 Februari 2026 kemarin, dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pergerakan baru menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Stasiun yang berada di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat ini memiliki posisi strategis karena berada di posisi pusat pemerintahan, administrasi, dan perekonomian Kabupaten Bandung Barat. Kehadirannya merupakan salah satu akses utama fasilitas transportasi yang sering digunakan masyarakat.

1. Mobilitas warga makin mudah

Stasiun kereta communter line di Bandung Raya. Dok Istimewa

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, wilayah Kabupaten Bandung Barat memiliki lebih dari 5.300 masyarakat yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Layanan di Stasiun Gadobangkong juga menayangkan percepatan aktivitas ekonomi yang mempengaruhi mobilitas tenaga kerja menuju pusat-pusat pemerintahan.

“Masukan masyarakat di wilayah barat telah kami petakan secara menyeluruh. KAI Commuter meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur agar operasional berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Selasa (10/2/2026).

2. Akses kereta makin dibutuhkan

Stasiun kereta communter line di Bandung Raya. Dok Istimewa

Sejak dioperasikannya bangunan baru mulai 1 hingga 8 Februari 2026 kemarin, Stasiun Gadobangkong mencatatkan sebanyak 7.016 orang yang naik di stasiun tersebut. Angka tersebut naik sebesar 19 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan akses transportasi bagi masyarakat untuk beraktivitas, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Peningkatan mobilitas juga tercermin pada kinerja Commuter Line Bandung Raya. Sepanjang Januari 2026, volume pengguna mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan Januari 2025, yakni mencapai 999.725 orang. Selain itu, untuk efektivitas layanan, mulai 1 Februari 2026 KAI Commuter juga melakukan penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line Bandung Raya.

“Perpanjangan relasi KA 398 Commuter Line Bandung Raya menjadi KA 398A yang semula melayani rute Padalarang – Kiaracondong, kini berubah menjadi rute yang lebih panjang yaitu Padalarang – Cicalengka, dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Padalarang yang tetap sama yaitu pukul 21.46 WIB,” jelas Karina.

3. Siapkan pembangunan stasiun lainnya

Kondisi pengguna kereta api selama Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Penyesuaian ini menunjukkan dampak yang positif. Tercatat rata-rata pengguna KA 398 sebelum dilakukan penyesuaian hanya sebanyak 34 orang, kini meningkat signifikan mencapai 138 pengguna pada awal operasional penyesuaiannya.

“Antusiasme ini membuktikan penyesuaian jadwal tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seiring dengan tumbuhnya kepercayaan masyarakat yang signifikan,” ujar Karina.

Seluruh pengembangan layanan dan penyediaan infrastruktur tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan DJKA Kementerian Perhubungan, mulai dari tahap perencanaan, pengujian teknis, hingga operasional guna memastikan layanan berjalan sesuai standar perkeretaapian nasional.

Ke depan, KAI Commuter bersama DJKA akan terus berkoordinasi untuk mengoperasikan bangunan stasiun baru lainnya secara bertahap guna mengembangkan layanan perkeretaapian perkotaan yang terintegrasi. “Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dengan kenyamanan pengguna Commuter Line di wilayah Bandung dan sekitarnya,” kata dia.

Editorial Team