Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung pun mempercepat vaksinasi massal untuk pelajar khususnya 12 tahun ke atas. Pemberian vaksin diharap bisa meminimalisir penyebaran virus corona ketika PTM diselenggarakan bulan depan.
Salah satu titik vaksinasi massal ada di SMP Darul Hikam. Tercatat, pendaftar peserta vaksinasi lebih dari 1.200 orang yang dibagi dua hari menjadi 600 orang pada hari pertama dan 600 orang pada hari kedua. Dari target 600 peserta pada hari pertama ini, setidaknya 200-an siswa Darul Hikam ataupun siswa non-Darul Hikam turut divaksin.
Ketua Yayasan Darul Hikam Sodik Mudjahid mengatakan, melimpahnya antusias pendaftaran vaksinasi yang digelar. Pertama, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan imunitas. Kedua, masyarakat ingin segera lepas dan bebas dari serangan COVID-19 yang telah sangat mengganggu kehidupannya.
Pendaftar dan peserta vaksin ini selain keluarga besar Darul Hikam, yakni guru, siswa, dan jemaah, juga masyarakat luas. Menurut Sodik, kegiatan ini merupakan ikhtiar Darul Hikam dalam mendukung akselerasi vaksinasi yang tengah digalakkan pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkot Bandung.
Diharapkan Sodik, vaksinasi yang digelar Darul Hikam ini akan membantu mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok) sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Meskipun sudah divaksin, Sodik menekankan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol utama kesehatan, yakni memakai masker, dan menjaga jarak dan mencuci tangan.
Ketua Pelaksana Vaksinasi Darul Hikam, Chairul Basyar menyiapkan, sebanyak 10 petugas validasi data, 8 petugas pemeriksaan tekanan darah, 8 tenaga vaksinator, 8 pendamping vaksinator, 8 tenaga kesehatan, 16 petugas pencatatan dan validasi, 6 petugas keamanan, 6 orang protokoler. Para petugas kesehatan dan relawan tersebut berasal dari Yayasan Darul Hikam, Fakultas Kedokteran Unisba, Bandung Home Care, dan relawan Salman ITB.
Chairul menjelaskan, peserta vaksinasi dapat mengikuti alur pelayanan dengan baik, mulai dari pendaftaran dan validasi data, pemeriksaan tekanan darah, skrining dan vaksinasi, hingga pencatatan dan observasi. Jika dalam proses observasi selama, peserta vaksinasi tidak mengeluhkan gejala apa pun, peserta dipersilakan untuk pulang.