Majalengka, IDN Times - Program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, Makan Bergizi Gratis (MBG), telah berjalan satu tahun di Kabupaten Majalengka. Sejak mulai diterapkan pada 20 Januari 2025, program ini perlahan memperluas jangkauan, meski belum sepenuhnya optimal.
Hingga awal 2026, tercatat 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sudah beroperasi di Majalengka. Jumlah tersebut masih lebih sedikit dibandingkan total dapur yang telah dibangun.
“Kalau dari data, ada 197 dapur yang sudah dalam proses pembangunan. Tapi yang sudah beroperasi itu 105 SPPG,” ujar Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan.
Menurut Dena, masih banyak dapur MBG yang belum beroperasi meski bangunannya sudah berdiri. Hal itu disebabkan oleh sejumlah faktor teknis dan administratif.
“Membuat dapur itu butuh proses. Prosesnya lumayan panjang, bisa dua sampai tiga bulan,” katanya.
Ia menjelaskan, beberapa dapur masih menunggu kelengkapan tenaga inti, verifikasi survei, hingga pemenuhan standar dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Indonesia (SPPI).
“Ada yang masih pembangunan, ada yang menunggu SPPI, ada juga yang menunggu survei. Jadi masih banyak yang harus dicek,” ujarnya.
Dena menambahkan, operasional dapur MBG juga mengikuti ketentuan baru, yakni satu SPPG melayani minimal 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat, dengan distribusi yang diupayakan merata.
