Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sepi Pembeli, Pedagang Buah Ramai-ramai Buang Dagangan ke Jalan
IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Sejumlah pedagang buah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, membuang barang dagangannya ke jalan. Itu dilakukan karena stok dagangan yang mereka beli dari petani tidak terjual. Aksi para pedagang tersebut sempat direkam dan beredar di media sosial.

Dari pantauan, terlihat marak buah-buahan yakni mangga yang berserakan tak beraturan. Seorang pedagang Hendi mengatakan, sebagian besar buah dibuang karena tak laku. Semakin lama buah semakin busuk dan akhirnya tidak bisa dijual. Dari pada menumpuk, pedagang akhirnya membuang barang dagangannya ke jalan.

"Yang dibuang emang BS (rusak/busuk). Jadi memang harus dibuang karena tidak bisa dijual juga. Peti juga pada numpuk," kata dia, Jumat (5/11/2021).

1. Hujan membuat pembeli malas ke pasar

IDN Times/Debbie Sutrisno

Hendi menilai, salah satu penyebab barang dagangannya tak laku dibeli karena musim hujan yang membuat para pembeli mengurungkan keinginannya datang ke pasar. Padahal, harga jual mangga kini menurun drastis dari yang semula Rp12 ribu tiap kilogram (kg) menjadi Rp6 ribu per kg.

"Padahal harga udah turun tapi yang belinya gak ada," ucap dia," kata dia.

2. Penghasilan turun lebih dari setengahnya

(IDN Times/Arief Rahmat)

Hal senada dikatakan pedagang lainnya, Ikin. Menurut dia, cuaca yang buruk belakangan ini mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Akibat minim pembeli, dia mengaku menderita kerugian hingga 50 persen.

Ikin menyebut, hasil penjualan yang diperolehnya dalam sehari bisa mencapai Rp20 juta maka kini untuk mendapatkan Rp5 juta pun sulit. Maka dari itu, daripada menumpuk, dia memilih membuang barang dagangannya ke jalan.

"Sekarang ngumpulin Rp5 juta aja susah," kata dia.

Ikin meminta kepada pemerintah setempat agar membantu memulihkan kembali perekonomian para pedagang. "Harapan ke pemerintah kembalikan ekonomi lagi karena dulu mah seperti ini. Sekarang mah udah murah gak laku, pembelinya kurang banget," paparnya.

3. Hujan lebat terpa Bandung sepekan ke belakang

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisikan BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir/banjir bandang, berlaku tanggal 2 November 2021, tidak ada potensi dampak dengan status siaga untuk wilayah Bandung Raya

Adapaun beberapa daerah yang akan terdampak kondisi buruk cuaca ada di daerah baik di Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung.

"Untuk 3 November masyarakat harus siaga karena ada potensi dampak cuaca. Itu juga terjadi pada 4 November," kata Teguh.

Editorial Team