Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Intinya sih...

  • Mayat pria ditemukan di kawasan Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang

  • Korban diduga meninggal sepekan sebelum ditemukan, tanpa tanda kekerasan fisik

  • Bunuh diri merupakan masalah serius, masyarakat bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Warga di kawasan Universitas Padjajaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang dikagetkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki, pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diduga sudah sejak sepekan lalu meninggal dunia.

Kepala Polsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas mengatakan, warga langsung melaporkan peristiwa penemuan ini kepada pihak kepolisian, mereka mulanya merasa curiga ada sosok yang tergantung di kawasan kampus.

"Saksi sekitar pukul 10.00 WIB melihat sesuatu yang tergantung. Setelah diperhatikan, ternyata seorang pria dalam kondisi gantung. Saksi kemudian melaporkan ke Polsek Jatinangor,” ujarnya Rogers.

1. Polisi sudah melakukan olah TKP

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan hasil temuan awal, Rogers menyampaikan, saksi melihat ada pria tergantung menggunakan tali. Saat itu saksi tengah berjalan di sekitar lokasi kawasan kampus Unpad.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi wajah korban sudah membusuk serta tangan dan kaki menghitam dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tujuh hari sebelum ditemukan.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memintai keterangan sejumlah saksi.

2. Dipastikan bukan mahasiswa Unpad

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Sementara itu, Tim Inafis Polres Sumedang menyebut tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh korban sehingga diperkirakan peristiwa tersebut murni mengakhiri hidup. Kepolisian juga menyebut korban bukan merupakan mahasiswa di kawasan kampus tersebut serta masih mendalami identitas lengkap korban.

"Bukan mahasiswa dan hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban," katanya.

Sementara itu, Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih untuk penanganan lebih lanjut.

3. Bunuh diri merupakan kesehatan jiwa serius

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa.

Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri: Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com

Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Kementerian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454

Editorial Team