Lokasi rencana pembangunan MRO BIJB (inin nastain/IDN Times)
Lebih jauh Dedi menjelaskan, Pemprov Jabar beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan Kementerian Haji dan Umroh. Pada Desember ini, diharapkan sudah ada penerbangan umroh yang dilayani oleh maskapai Garuda.
"Kemarin juga saya sudah bertemu Kementerian Haji. Mudah-mudahan juga untuk jamaah haji dan umrah bisa mulai berjalan tahun ini. Dan Garuda mulai melakukan penerbangan Desember ini untuk Umroh," katanya.
Dedi juga mengapresiasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) yang bersedia membangun Aerospace Park di BIJB. "Terima kasih kepada Garuda yang tidak memperhitungkan untung dulu, tetapi memperhitungkan berjalan dulu," kata dia.
Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) Andi Fahrurrozi menjelaskan, groundbreaking bukan sekadar permulaan pembangunan fisik saja. Lebih dari itu, groundbreaking juga menjadi bentuk optimisme akan terwujudnya kemandirian industri dirgantara.
"Kertajati Aerospace Park akan menjadi fondasi baru bagi ekosistem aviasi nasional sebagai pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan SDM bertemu dalam satu kawasan yang terintegrasi,” kata dia.
Andi juga menjelaskan, nilai investasi untuk pembangunan tahap pertama, khususnya untuk hanggar dan fasilitas awalnya, berada pada kisaran di atas 5 juta USD. Angka tersebut dipastikan akan terus berkembang seiring perluasan kawasan pada fase-fase berikutnya.
“Dengan dukungan penuh pemerintah dan kerja sama erat dengan BIJB, kami yakin Kertajati akan berkembang menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia dan menciptakan dampak ekonomi yang luas, baik nasional maupun regional, ” tutur Andi.