Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260128_211301.jpg
Air menggenangi halaman rumah warga (inin nastain/IDN Times)

Intinya sih...

  • Longsor dan banjir terjadi di 60 desa di sebagian besar kecamatan Majalengka, dengan longsor menjadi kasus paling banyak terjadi di bagian Selatan.

  • Tanggul kritis picu air meluap ke pemukiman, seperti yang terjadi di Kecamatan Ligung dan Jatitujuh akibat intensitas hujan dan kondisi tanggul yang kritis.

  • Bendung Rentang sempat sentuh level siaga dengan debit air mencapai 886 meter kubik per detik, memicu status siaga dari pihak Bendung Rentang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times - Sebanyak 77 bencana alam terjadi di Kabupaten Majalengka selama periode Januari 2026. Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, meski berdampak pada kerugian material.

Dari catatan BPBD Majalengka, bencana alam mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu.

"Dari tanggal 22 sampai 23 (Januari 2026) itu, terjadi hujan hampir 24 jam lebih. Puncaknya tanggal 23 malam. Sehingga tanggal 24 pagi itu, banyak laporan ke kami," kata Penata penanggulangan bencana ahli muda bidang kedaruratan dan logistik BPBD Majalengka Rezza Permana.

1. Longsor dan banjir terjadi di 60 desa

Material longsoran timbun jalan (istimewa)

Jumlah 77 kasus tersebut terjadi di sebagian besar kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka. Adapun jumlah keseluruhan kecamatan di Majalengka sebanyak 26 kasus.

"Kejadian di 17 kecamatan dan di 60 desa. Itu laporan yang masuk ke kami," kata dia.

Longsor, kata dia, menjadi bencana alam paling banyak terjadi di Majalengka bagian Selatan. Pasalnya, daerah tersebut merupakan dataran tinggi, di mana banyak ditemukan tebing-tebing.

"Longsor akibat hujan yang lama, walaupun dengan curah ringan sampai sedang. Di beberapa wilayah di Majalengka bagian Selatan yang merupakan daerah dataran tinggi mengalami longsor. Bisa dikatakan tanah mengalami jenuh air, sehingga sangat mudah terjadi longsoran," kata dia.

Akibat musibah itu, aktivitas masyarakat setempat sempat terhambat. Pasalnya, di beberapa titik, material longsor menutup jalan raya.

"Ada beberapa jalan kabupaten yang terdampak, tertimbun material. Alhamdulillah, penanganan tidak terlalu lama," ujar Rezza.

2. Tanggul kritis picu air meluap ke pemukiman

Luapan air dari sungai Cikamangi menggenangi jalan Blok (inin nastain/IDN Times)

Selain longsor, beberapa daerah di Majalengka juga sempat diterjang banjir. Beruntung, musibah itu masih relatif kecil, sehingga warga tidak sampai dievakuasi.

Kecamatan Ligung dan Jatitujuh adalah beberapa area yang pada Januari ini sudah diterjang banjir.

"Ada beberapa titik, akibat tanggul yang kritis, air meluap ke pemukiman. Daerah-daerah yang bersebrangan dengan Cimanuk. Khususnya Jatitujuh dan Ligung," tutur Rezza.

Rezza menjelaskan, intensitas hujan dan kondisi tanggul membuat air dari sungai dengan mudah meluap ke pemukiman.

"Daya tampung sungai yang memang tidak memadai dengan hujan yang begitu tinggi. Ditambah juga tanggul yang memang kritis, sehingga air meluap ke pemukiman. Kami liat di lapangan, ini (beberapa tanggul) memang belum sempat diperbaiki. Yang diakibatkan bencana (banjir) 2021."

"Ada beberapa tanggul yang memang kritis langsung diperbaiki oleh BBWS, salah satunya di Desa Karanganyar (Kecamatan) Dawuan. Informasi terakhir, tahun ini juga akan diperbaiki secara permanen," ujar Rezza.

3. Bendung Rentang sempat sentuh level siaga

Bendung Rentang Jatitujuh (inin nastain/IDN Times)

Sementara itu, debit air di Bendung Rentang, Desa Panongan, Kecamatan Jatitujuh sempat menyentuh angka 886 meter kubik per detik pada akhir pekan lalu. Dengan debit sebesar itu, pihak Bendung Rentang sempat menetapkan status siaga.

Terkait ketinggian debit air, ada tiga level status yang berlaku di Bendung Rentang. Ketiga status itu yakni waspada, siaga, dan awas.

Untuk status waspada, diberlakukan saat debit air di angka 600 meter kubik per detik. Adapun status waspada kali ini diterapkan saat debit di angka 900 meter kubik per detik.

Editorial Team