Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekolah Maung Jabar akan Terima Murid Berprestasi dari Jalur SPMB
Ilustrasi SPMB 2025 (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • Sekolah Maung Jabar akan mulai beroperasi tahun ajaran 2026/2027 dan hanya merekrut murid melalui jalur prestasi akademik maupun non-akademik lewat SPMB.
  • Dinas Pendidikan Jabar masih menunggu Surat Keputusan Gubernur untuk aturan resmi dan kurikulum khusus Sekolah Maung yang sedang disusun.
  • Sebanyak 41 SMA dan SMK di 27 kabupaten/kota ditunjuk menjadi Sekolah Maung, dengan fokus pengembangan potensi siswa di bidang akademik, olahraga, seni, dan industri kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun ajaran baru 2026/2027

Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan Sekolah Maung mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027 di sejumlah SMA dan SMK yang telah ditunjuk di berbagai kabupaten dan kota.

9 Mei 2026

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa Sekolah Maung akan fokus merekrut murid melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik dalam SPMB serta menunggu Surat Keputusan Gubernur terkait aturan pelaksanaannya.

Akhir Mei 2026

Purwanto menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB untuk perekrutan murid Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei sambil menunggu penandatanganan SK Gubernur Jawa Barat.

kini

Disdik Jabar masih mempersiapkan kurikulum khusus untuk Sekolah Maung dan menunggu SK Gubernur sebelum implementasi penuh dimulai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengoperasikan Sekolah Maung Jabar mulai tahun ajaran 2026/2027, dengan sistem penerimaan murid melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
  • Who?
    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Kepala Disdik Jabar Purwanto yang menjelaskan mekanisme dan persiapan pelaksanaan Sekolah Maung.
  • Where?
    Program Sekolah Maung diterapkan di 41 SMA dan SMK di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk SMAN 3 dan SMAN 5 di Kota Bandung.
  • When?
    Sekolah Maung dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027, sementara proses SPMB direncanakan berlangsung pada akhir Mei 2026.
  • Why?
    Pemprov Jabar ingin memfasilitasi siswa berprestasi agar mendapat dukungan pembelajaran sesuai potensi mereka serta menghadirkan sekolah unggulan seperti provinsi lain.
  • How?
    Perekrutan dilakukan melalui jalur prestasi SPMB tanpa zonasi atau afirmasi. Sekolah menggunakan fasilitas yang sudah ada dengan tambahan sarana, kurikulum khusus, dan seleksi guru sesuai bidang keahlian mur
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang di Jawa Barat mau ada Sekolah Maung. Sekolah ini buat anak-anak yang punya prestasi pintar atau jago olahraga dan seni. Kata Pak Purwanto dari Dinas Pendidikan, sekolahnya mulai tahun 2026 nanti. Tapi masih nunggu surat dari Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Sekolahnya pakai gedung sekolah yang sudah ada dan lagi disiapkan pelajarannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana pendirian Sekolah Maung Jabar menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk memberikan ruang belajar yang lebih sesuai bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dengan memanfaatkan sekolah unggulan yang sudah ada dan menyiapkan kurikulum khusus, program ini mencerminkan upaya efisien dalam meningkatkan kualitas pendidikan tanpa harus membangun fasilitas baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan Sekolah Manusia Unggul (Maung) mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sejumlah SMA/SMK di masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Barat sudah ditunjuk untuk menjadi tempat Sekolah Maung.

Murid Sekolah Maung akan dijaring melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) seperti sekolah negeri lainnya. Namun murid yang diambil hanya dari jalur prestasi akademik dan non-akademik. Artinya, tidak menerima siswa dari jalur zonasi, afirmasi, dan mutasi atau perpindahan orangtua.

"Dipastikan beroperasi tahun ini. Jadi Sekolah Maung ini akan fokus pada jalur prestasi baik akademik maupun non-akademik yang ada dalam SPMB," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto saat dihubungi, Sabtu (9/5/2026).

1. Disdik Jabar tunggu Surat Keputusan Gubernur Dedi Mulyadi

Ilustrasi SPMB Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Rencana perekrutan murid melalui jalur prestasi SPMB sudah diusulkan kepada gubernur. Namun Disdik Jabar masih menunggu Surat Keputusan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenai aturan pasti Sekolah Maung.

"SPMB-nya nanti akan dilakukan pada akhir Mei, kita masih menunggu SK-nya dari Pak Gubernur Juknisnya (petunjuk teknis). Jadi kalau belum ditandatangani oleh Gubernur, saya belum berani menyampaikan SK-nya seperti apa," jelasnya.

Purwanto menambahkan Sekolah Maung akan memiliki kurikulum pembelajaran yang berbeda dengan sekolah SMA dan SMK negeri pada umumnya. "Untuk Sekolah Maung ada kurikulum khusus, lagi disusun," ucapnya.

2. Kurikulum akan berbeda dari sekolah SMA/SMK negeri lainnya

Ilustrasi SPMB Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Mengenai kekhawatiran adanya kesenjangan pendidikan dengan sekolah lainnya, Purwanto menjelaskan, pada dasarnya layanan pendidikan sama dengan SMA dan SMK Negeri lainnya. Hanya Pemprov Jabar ingin memfasilitasi para murid yang memiliki prestasi.

Menurutnya, selama ini banyak murid berprestasi baik akademik dan non-akademik tidak mendapatkan dukungan pembelajaran sesusai keahliannya. Nantinya ada kurikulum berbeda menyesuaikan kemampuan para murid. Namun, hal itu akan dijelaskan lebih rinci setelah SK Gubernur keluar.

"Sekolah Maung ini menggunakan jalur prestasi. Jadi kita ingin memberikan layanan yang khusus sesuai dengan perbedaan potensi mereka pada sekolah-sekolah tertentu," kata dia.

3. Provinsi lain punya SMA/SMK unggulan

Ilustrasi SPMB SMA Jatim 2026. (pexels.com/Thành Đỗ)

Menurut Purwanto, Jawa Barat sampai saat ini belum memiliki sekolah unggulan seperti di beberapa daerah lainnya. Di Jakarta misalnya, terdapat SMANU M.H Thamrin. Sehingga, keberadaan Sekolah Maung ini ditargetkan bisa menjadi SMA dan SMK unggulan.

"Ini sudah dilakukan oleh provinsi-provinsi yang lain, justru kita itu ketinggalan. Seperti Jakarta kan ada sekolah Thamrin, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Timur itu sudah pada punya sekolah-sekolah unggulan," katanya.

Sebelumnya Purwanto mengatakan, ada 41 sekolah SMA dan SMK yang dipilih menjadi Sekolah Maung. Semuanya tersebar di 27 kabupaten dan kota. Khusus Kota Bandung ada dua Sekolah Maung, yaitu SMAN 3 dan 5.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan, Sekolah Maung akan berbeda dengan sekolah biasa, meski nantinya tetap mengikuti SPMB untuk proses masuknya, tapi tetap ada seleksi non-akademiknya. Seperti, prestasi di bidang olahraga dan lainnya.

"Dua hal, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi dibidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ," ucapnya.

"Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya kelasnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," kata Dedi.

Dedi menegaskan, Sekolah Maung bukan membangun unit sekolah baru, melainkan memanfaatkan yang sudah ada. Misalnya di Kota Bandung yang sekarang menjadi SMAN 3 Bandung, akan diganti menjadi Sekolah Maung. "Tidak dibangun, kita mengupdate sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya gini, Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit. Nah sekolah favotit itu yang akan menjadi sekolah-sekolah yang di isi oleh anak-anak yang punya prestasi," tuturnya.

Meski tidak membangun sekolah baru, Pemprov Jabar akan melengkapi sejumlah kebutuhan yang menunjang keahlian dari para murid.

"Semuanya punya prestasi dan kemudian nanti pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, seleksi guru yang memadai, kan kelas menengahnya harus ada," katanya.

Editorial Team