Ilustrasi SPMB SMA Jatim 2026. (pexels.com/Thành Đỗ)
Menurut Purwanto, Jawa Barat sampai saat ini belum memiliki sekolah unggulan seperti di beberapa daerah lainnya. Di Jakarta misalnya, terdapat SMANU M.H Thamrin. Sehingga, keberadaan Sekolah Maung ini ditargetkan bisa menjadi SMA dan SMK unggulan.
"Ini sudah dilakukan oleh provinsi-provinsi yang lain, justru kita itu ketinggalan. Seperti Jakarta kan ada sekolah Thamrin, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Timur itu sudah pada punya sekolah-sekolah unggulan," katanya.
Sebelumnya Purwanto mengatakan, ada 41 sekolah SMA dan SMK yang dipilih menjadi Sekolah Maung. Semuanya tersebar di 27 kabupaten dan kota. Khusus Kota Bandung ada dua Sekolah Maung, yaitu SMAN 3 dan 5.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan, Sekolah Maung akan berbeda dengan sekolah biasa, meski nantinya tetap mengikuti SPMB untuk proses masuknya, tapi tetap ada seleksi non-akademiknya. Seperti, prestasi di bidang olahraga dan lainnya.
"Dua hal, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi dibidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ," ucapnya.
"Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya kelasnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," kata Dedi.
Dedi menegaskan, Sekolah Maung bukan membangun unit sekolah baru, melainkan memanfaatkan yang sudah ada. Misalnya di Kota Bandung yang sekarang menjadi SMAN 3 Bandung, akan diganti menjadi Sekolah Maung. "Tidak dibangun, kita mengupdate sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya gini, Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit. Nah sekolah favotit itu yang akan menjadi sekolah-sekolah yang di isi oleh anak-anak yang punya prestasi," tuturnya.
Meski tidak membangun sekolah baru, Pemprov Jabar akan melengkapi sejumlah kebutuhan yang menunjang keahlian dari para murid.
"Semuanya punya prestasi dan kemudian nanti pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, seleksi guru yang memadai, kan kelas menengahnya harus ada," katanya.