Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekda Pastikan Pemprov Jabar Siap Takeover Pengelolaan Bandung Zoo
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemprov Jawa Barat siap mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung melalui BUMD jika proses seleksi Pemkot Bandung tidak menemukan hasil hingga batas waktu yang diperpanjang.
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan komitmen untuk menyelamatkan Bandung Zoo dan memastikan keberlangsungan konservasi satwa serta kesejahteraan pegawai selama masa transisi pengelolaan.
  • Pemprov Jabar tengah berkoordinasi dengan BBKSDA untuk memastikan mekanisme akuisisi sesuai prosedur, sambil tetap mendukung Pemkot Bandung dalam proses seleksi lembaga pengelola baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Mei 2026

Tanggung jawab pengelolaan Kebun Binatang Bandung oleh BBKSDA berakhir pada tanggal ini, sesuai batas waktu awal seleksi yang ditetapkan Pemkot Bandung.

6 Mei 2026

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan Pemprov Jabar siap mengambil alih pengelolaan Bandung Zoo melalui BUMD jika seleksi Pemkot Bandung tidak tuntas. Pada hari yang sama, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proses seleksi belum menghasilkan keputusan dan menawarkan opsi agar Pemprov ikut mengelola.

29 Mei 2026

Pemkot Bandung meminta perpanjangan waktu hingga tanggal ini untuk menyelesaikan proses seleksi calon pengelola Kebun Binatang Bandung.

kini

Pemprov Jawa Barat masih menjajaki kemungkinan akuisisi pengelolaan Bandung Zoo sambil menunggu hasil akhir seleksi dari Pemkot Bandung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung melalui Badan Usaha Milik Daerah jika proses seleksi pengelola oleh Pemkot Bandung tidak menemukan hasil.
  • Who?
    Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bersama Pemerintah Kota Bandung serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
  • Where?
    Kebun Binatang Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2026, setelah batas waktu seleksi pengelola yang semula ditetapkan hingga 5 Mei 2026 diperpanjang sampai 29 Mei 2026.
  • Why?
    Langkah takeover disiapkan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan kebun binatang, menjaga kesejahteraan satwa dan pegawai, serta menghindari kekosongan tanggung jawab akibat belum tuntasnya proses seleksi pengelola baru.
  • How?
    Pemprov Jabar melakukan penjajakan dengan pihak terkait dan menyiapkan opsi akuisisi melalui BUMD sambil berkoordinasi dengan BBKSDA agar sesuai mekanisme lembaga konservasi yang berlaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebun Binatang Bandung lagi nunggu siapa yang bakal ngurusin. Kota Bandung belum pilih orang atau lembaga yang pas, jadi perlu waktu lebih lama. Sekarang hewan-hewan dan pegawai masih dijaga sama Pemkot Bandung dibantu Pemerintah Jawa Barat. Kalau nanti belum ada keputusan, Pemerintah Jawa Barat siap ambil alih supaya kebunnya tetap aman dan hewannya terurus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lembaga konservasi tersebut. Upaya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BBKSDA dan Pemkot Bandung, mencerminkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kesejahteraan satwa serta kepastian bagi para pegawai selama masa transisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan siap mengakusisi atau takeover pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Proses penjajakan dengan beberapa pihak terkait pun disebut sudah dilakukan.

Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, rencana pengambil alihan ini dijadikan sebagai opsi ketika nantinya seleksi yang dilakukan Pemkot Bandung tidak menemui jalan keluar.

Sebab, sampai saat ini Pemkot Bandung memerlukan waktu tambahan untuk proses seleksi dari yang sebelumnya harus selesai 5 Mei, kini memerlukan waktu tambahan sampai 29 Mei ini. Dalam waktu tersebut Pemprov Jabar juga menjamin pakan hewan.

"Artinya ada waktu tinggal minggu, karena kemarin dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) tanggung jawab sampai 5 Mei, dan sekarang yang tanggung jawab untuk pegawai dan Satwa itu Pemkot Bandung dan di-back up oleh kami," kata Herman, Rabu (6/5/2026).

1. Pemprov Jabar dipastikan siap mengambil alih Bandung Zoo

Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Herman melanjutkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengharapkan agar Pemkot Bandung segera menemukan pengelola Kebun Binatang Bandung. Namun, jika nantinya memang masih belum diputuskan maka Pemprov Jabar akan turun langsung mengelola melalui BUMD.

"Kalaupun terkendala Pemprov siap untuk takeover agar Kebun Binatang Bandung ini bisa diselamatkan. Pak Gubernur sudah komitmen itu. Dan kami sendiri sedang menjajaki (untuk akuisisi)," jelasnya.

Meski begitu, Herman mengharapkan agar Pemkot Bandung nantinya bisa menjalankan seleksi dengan lancar. Namun, apabila kondisinya masih sama seperti sebelumnya, maka akan langsung diambil alih.

"Mudah-mudahan lancar beauty contest. Kalaupun nanti satu dan lain hal, Pemprov siap untuk takeover," ucapnya.

2. Pemprov Jabar sudah menjajaki rencana tersebut

Aksi demo di Bandung Zoo. IDN Times/Debbie Sutrisno

Mengenai BUMD mana yang akan ditugaskan untuk mengelola Kebun Binatang Bandung, Herman mengatakan, hal tersebut masih dalam proses koordinasi, karena Pemprov Jabar akan mengutamakan terlebih dahulu proses seleksi yang berjalan.

"Ini kan masih di dalami, kan harus ada syarat lembaga konservasi. Jadi kami sedang konsultasi dengan BBKSDA karena harus sesuai mekanisme dan sesuai dengan prosedur, dan itu kita akan tempuh tetapi tidak pakai lama karena ini apa berpacu dengan waktu," tuturnya.

Herman menilai, keselamatan hewan dan juga nasib para pegawai Bandung Zoo harus tetap diperhatikan, jangan sampai karena soal kelembagaan menjadi masalah ke depannya.

"Jangan sampai gara-gara kelembagaan nanti satwa terganggu, pegawai juga tidak ada kepastian. Jadi transisi ini ya menjadi tanggung jawab Pemkot karena itu aset Pemkot tetapi di-back up oleh kami," katanya.

3. Dedi Mulyadi Instruksikan Sekda mengurus rencana pengambilalihan ini

Pegawai Bandung Zoo ingin tempat ini segera dibuka. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan sudah mendapatkan informasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mengenai kondisi seleksi pengelolaan saat ini. Dia pun memastikan, Pemkot Bandung belum memutuskan Lembaga Konservasi mana yang akan dipilih jadi pengelola.

"Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan kemarin, katanya sampai sekarang belum bisa diambil keputusan, karena ragam pertimbangan termasuk pertimbangan hukum, ujar Dedi, Rabu (6/5/2026).

Proses penunjukan pengelola yang sebelumnya ditargetkan harus selesai dalam 5 Mei 2026, saat ini kata Dedi sudah melewati batas yang ditentukan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Namun, Pemerintah Kota Bandung kini dikabarkan meminta waktu perpanjangan untuk menyeleksi calon pengelola.

Dengan adanya perpanjangan ini, Dedi pun menawarkan, agar Pemprov Jabar bisa ikut mengelola Kebun Binatang Bandung melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Tetapi saya pun pemerintah provinsi mencoba untuk hari ini minta Sekda berkomunikasi kita juga bisa mengajukan LK (Lembaga Konservasi), kalau diperlukan. Misalnya dikelola oleh pemerintah provinsi melalui BUMD agar kita lebih mengarah pada konservasinya," jelasnya.

Editorial Team