Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260127-WA0017.jpg
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat memetakan zona rawan longsor di Cisarua, Bandung Barat.

  • Hasil pemetaan akan menjadi dasar edukasi kepada masyarakat untuk menentukan zona aman dan rawan.

  • Pemerintah melakukan sinkronisasi dengan BNPB dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk penanganan bencana yang efektif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mempetakan zona rawan longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui zona aman di wilayah tersebut setelah terjadinya longsor hingga membuat puluhan korban jiwa hilang dan kini masih dilakukan pencarian.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pengungsi di posko Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua terus berdatangan hingga hari ketiga, sehingga perlu dilakukan zonasi mana daerah rawan dan aman.

"Banyak warga datang mengungsi karena khawatir. Maka kami perlu pendekatan sains. Badan Geologi hadir untuk memetakan zona merah dan zona hijau," ujar Herman dikutip Selasa (27/1/2026).

1. Ingin manajemen bencana tertata dengan baik

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Herman menjelaskan, hasil pemetaan akan menjadi dasar edukasi kepada masyarakat yang nantinya rumah berada di zona hijau akan diarahkan kembali ke rumah, sementara mereka yang tinggal di zona merah diminta tetap berada di pengungsian demi keselamatan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan sinkronisasi dengan BNPB dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat agar penanganan bencana berjalan efektif, mulai dari pengelolaan pengungsi, logistik, hingga layanan kesehatan.

"Kita ingin manajemen penanganan bencana ini tertata. Semua bidang bekerja optimal, terutama pengelolaan pengungsi," kata Herman.

2. Warga zona merah dapat uang kompensasi

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Herman memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan, dalam kondisi aman.

Herman juga menyarankan warga yang telah menerima bantuan dari Gubernur Jawa Barat untuk memanfaatkannya bagi kebutuhan sehari-hari dan biaya kontrakan sementara, sehingga kepadatan di posko bisa dikurangi.

"Sebagian warga zona merah sudah mendapat uang kontrak dan kebutuhan hidup sehari-hari sebesar Rp10 juta," kata Herman.

3. Warga banyak mengungsi dan minta keaman rumahnya

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu, Incident Commander (IC) Bencana Longsor, Ade Zakir, membenarkan jumlah pengungsi yang terus bertambah hingga hari ketiga. Dia masih melakukan pembenahan data karena fluktuasi jumlah pengungsi cukup signifikan sejak hari pertama.

"Awalnya 134 orang, lalu naik menjadi sekitar 700, dan sekarang lebih dari 900 orang. Kita lakukan pendataan ulang," sebut Ade.

"Kalau rumahnya berada di zona tidak berbahaya, akan kita sarankan untuk pulang," kata dia.

Editorial Team