Karawang, IDN Times – Program screening Tuberculosis (TBC) yang digelar Saan Mustopa Center (SMC) di Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Sabtu (15/11/2025), membuka kembali kenyataan lama: akses kesehatan dasar, terutama pemeriksaan penyakit menular, belum merata bagi warga desa.
Bagi warga seperti Eha Rohana (50), layanan kesehatan yang seharusnya mudah dijangkau justru terasa jauh. Pemeriksaan rontgen atau tes TBC selama ini memaksa warga pergi ke kota, dengan biaya yang tak selalu mampu ditanggung.
“Kalau mau rontgen atau cek TBC, biasanya harus ke kota dan itu butuh biaya serta waktu. Dengan kegiatan ini, warga jadi bisa tahu kondisi kesehatannya,” ujar Eha.
Di balik antusiasme warga, program ini sekaligus menyoroti minimnya edukasi kesehatan, rendahnya deteksi dini, dan kesenjangan layanan medis antara pusat kota dan wilayah pinggiran.
