Farhan menyebut, Pemkot Bandung akan melakukan beautification atau mempercantik serta perawatan rutin di 17 ruas jalan yang menjadi wajah pariwisata kota. Ruas-ruas tersebut antara lain Jalan Ir. H. Juanda (Dago), LLRE Martadinata (Riau), Merdeka, Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Simpang Lima, Naripan, Jalan Sunda, Jalan Sumatera, Jalan Jawa, hingga Wastukencana.
“Ini perbaikan normal saja, tapi dilakukan khusus karena ruas-ruas ini sudah jadi destinasi wisata,” kata Farhan.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya arus wisatawan yang memadati pusat kota, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Meski menghadapi persoalan kebersihan, Farhan menyebut ada sisi positif dari tingginya kunjungan wisata. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung tercatat melampaui target selama periode libur.
“Alhamdulillah, PAD kita di atas target. Ini jadi modal untuk penambahan kuota infrastruktur,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bandung juga tengah melakukan penghitungan ulang koefisien ruang terbuka hijau (RTH) sesuai indeks biru-hijau Indonesia yang ditetapkan Kementerian ATR/BPN. Farhan berharap hasilnya menunjukkan kenaikan, seiring penambahan RTH di kawasan Bandung timur seperti Cibiru.
Salah satu contoh pengembangan RTH adalah kawasan Nagrog, termasuk penataan akses pemakaman yang direncanakan menjadi satu arah untuk mengurai kemacetan.
Dengan perbaikan jalan, penertiban sosial, dan percepatan RTH, Pemkot Bandung berupaya menyeimbangkan status kota wisata dengan tantangan tata kelola urban yang kian kompleks.