Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi uang (unsplash.com/JakubZerdzicki)
ilustrasi uang (unsplash.com/JakubZerdzicki)

Intinya sih...

  • Kinerja keuangan BPR Cirebon Jabar tumbuh sepanjang 2025, dengan total aset, penyaluran kredit, dan dana pihak ketiga mengalami kenaikan.

  • Laba PT BPR Cirebon Jabar melonjak signifikan dari Rp8,15 miliar pada 2024 menjadi Rp20,19 miliar pada 2025, memperkuat permodalan internal bank.

  • Bank ini menegaskan komitmennya pada tata kelola, keamanan sistem, dan meraih sejumlah penghargaan tingkat regional hingga nasional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Bank Perkreditan Rakyat Cirebon Jabar (BCJ), milik Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 di tengah gelombang pen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir,

Manajemen PT BPR Cirebon Jabar menegaskan, pertumbuhan tersebut mencerminkan daya tahan bank daerah di tengah tekanan sektor perbankan BPR nasional yang tengah menghadapi tantangan likuiditas, tata kelola, dan kepercayaan publik.

1. Kinerja keuangan tumbuh sepanjang 2025

ilustrasi uang dan kalkulator (unsplash.com/@jakubzerdzicki)

Direktur Operasional PT BPR Cirebon Jabar, Dini Rahmawati, menyampaikan kinerja keuangan bank menunjukkan tren meningkat hingga akhir Desember 2025. Total aset bank tercatat tumbuh dari Rp443 miliar pada 2024 menjadi Rp476 miliar pada 2025.

Selain aset, penyaluran kredit juga mengalami kenaikan. Sepanjang 2025, kredit yang disalurkan meningkat dari Rp260 miliar menjadi Rp279 miliar. Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga atau simpanan nasabah yang naik dari Rp376 miliar menjadi Rp392 miliar.

Menurut Dini, capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan fungsi intermediasi bank daerah sekaligus menandakan kepercayaan masyarakat yang masih terjaga.

"Meskipun sektor BPR secara nasional tengah diliputi sentimen negatif akibat penutupan sejumlah bank serupa," kata Dini, Selasa (10/2/2026).

2. Lonjakan laba dan penguatan modal bank

ilustrasi uang kertas (unsplash.com/@alexandermils)

Tak hanya tumbuh dari sisi aset dan kredit, kinerja laba PT BPR Cirebon Jabar juga melonjak signifikan. Pada 2024, bank ini membukukan laba sebesar Rp8,15 miliar. Angka tersebut meningkat tajam menjadi Rp20,19 miliar pada 2025.

Lonjakan laba ini menjadi penopang utama penguatan permodalan internal bank. Memasuki 2026, BPR Cirebon Jabar menjalankan operasionalnya dengan modal laba ditahan lebih dari Rp20 miliar.

Kondisi tersebut memberikan ruang yang lebih kuat bagi bank untuk menjaga stabilitas usaha dan memperluas layanan ke depan.

Manajemen menyebutkan, seluruh kegiatan operasional bank hingga kini berjalan normal. Dana nasabah tetap aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Tata kelola, keamanan, dan pengakuan nasional

ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tata kelola BPR, PT BPR Cirebon Jabar juga menegaskan komitmennya pada aspek pengelolaan dan keamanan sistem. Bank ini telah mengantongi sertifikat ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi, yang menunjukkan penguatan perlindungan data dan sistem digital perbankan.

Dini mengungkapkan, sepanjang beberapa tahun terakhir bank juga meraih sejumlah penghargaan tingkat regional hingga nasional.

Di antaranya penghargaan Good Corporate Governance (GCG) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, predikat Kinerja Sangat Bagus dari InfoBank, hingga masuk peringkat delapan nasional BPR milik pemerintah daerah dengan aset Rp250 miliar hingga di bawah Rp500 miliar.

Selain itu, bank juga menerima penghargaan kepemimpinan dan kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Capaian tersebut menjadi bukti bahwa BPR Cirebon Jabar masih mampu menjaga pertumbuhan dan kepercayaan publik, meskipun industri BPR nasional tengah menghadapi tekanan dan fase sulit dalam beberapa waktu terakhir," kata Dini.

Editorial Team