Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ridwan Kamil Siapkan Ruang Isolasi COVID-19 Usai Pilkada Serentak
IDN Times/Pemprov Jabar

Bandung, IDN Times - Pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember telah berakhir, Rabu(9/12/2020). Delapan daerah di Provinsi Jawa Barat sudah menyelesaikan hajat pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Kontestasi politik itu dilakukan pada saat kasus COVID-19 sedang meninggi di berbagai daerah di tanah air.

Bukan hanya pilkada, di waktu yang berdekatan libur panjang akhir tahun juga sudah di depan mata. Untuk itu, langkah penanganan antisipasi lonjakan kasus COVID-19 harus disiapkan. Baik kesiapan protokol kesehatan, penambahan ruang isolasi dan tenaga medis harus disiapkan dengan matang.

1. Ada 15 gedung disiapkan untuk isoalasi

Kondisi saat ini RSPTN Unila (Jumat 13/11/2020). Rumah sakit ini direncanakan menjadi ruang isolasi pasien COVID-19 gejala ringan. (IDN Times/Silviana)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah provinsi sudah menyiapkan langkah pencegahan dan langkah penanganan menghadapi pilkada serentak dan libur panjang.

"Menghadapi potensi kenaikan kasus (pasca Pilkada) plus libur panjang, sudah ada 15 gedung yang kita siapkan sebagai isolasi karena ruang ketersediaan sudah 70 persen," kata Emil di Kabupaten Bandung, Rabu (9/12/2020).

2. Sejumlah ruang isolasi saat ini sudah penuh

Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menyebutkan, 15 gedung itu disiapkan untuk ruang isolasi bagi pasien COVID-19. Tercatat, keterisian ruang isolasi di beberapa rumah sakit di sejumlah daerah sudah penuh.

"Mudah-mudahan tidak dipakai tapi jaga-jaga agar kalau ada kenaikan Jabar punya kesiapan terhadap kapasitas ruang. Secara umum (kasus COVID-19) aman terkendali," ujar Emil.

3. Prokes di TPS dijamin aman

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (IDN Times/Bagus F)

Sementara selama gelaran Pilkada serentak, Emil memastikan petugas di seluruh TPS sudah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster Pilkada. Jumlah pemilih yang masuk ke dalam area TPS pun harus dipastikan menggunakan standar protokol kesehatan.

"Makanya TPSnya tambah. Pemilih harus memakai masker, jaga jarak, sarung tangan dan durasi waktu pilih dipercepat," papar Emil.

4. Petugas siapkan bilik suara khusus bagi pemilih yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat celsius

Ilustrasi pemungutan suara atau pencoblosan (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Emil menjelaskan, selama Pemilu ada 15 bentuk protokol kesehatan yang harus dilakukan petugas penyelenggara pemilu. "Dari mulai disinfeksi tempat dan bilik khusus bagi yang hareeng atau suhunya berbeda. Hak demokrasi tidak kita kurangi tapi kita pisahkan dengan kelompok yang secara umum," ucap Emil.

Dari penyiapan petugas hingga hari H pemungutan suara, Bawaslu dan KPU mencatat adanya kasus COVID-19 yang menimpa para petugas garda terdepan Pilkada. "Semua petugas di tes menggunakan rapid antigen, yang reaktif langsung diganti," tandasnya.

Editorial Team

EditorBagus F