ilustrasi perceraian (freepik.com/freepik)
Selain tekanan ekonomi, pernikahan usia dini turut memperburuk ketahanan keluarga. Banyak pasangan menikah pada usia sangat muda tanpa kesiapan mental, spiritual, maupun finansial. Ketika menghadapi tekanan hidup, konflik kerap tak terhindarkan.
“Masih ada pasangan yang menikah di usia sangat muda tanpa kesiapan yang matang. Ketika muncul persoalan ekonomi, konflik menjadi sulit dihindari,” kata Dian.
Tidak hanya itu, kata dian, pernikahan dini juga kerap terjadi di wilayah pedesaan dengan tingkat pendidikan rendah.
Minimnya pemahaman mengenai pengelolaan pendapatan, strategi menabung, serta pengendalian pengeluaran menjadi beban tambahan bagi keluarga muda.
"Fenomena ini harus diatasi dengan pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi finansial, konseling keluarga, hingga sosialisasi mengenai risiko pernikahan di usia kurang matang. Tujuannya agar keluarga muda lebih siap menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kompleks," kata Dian.