Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tempo.co
Ilustrasi Banjir di daerah Jabodetabek

Intinya sih...

  • Banjir terjadi di Kabupaten Bekasi dan Karawang pada 16-18 Januari 2026, dampaknya mencapai belasan kecamatan dan ribuan kepala keluarga.

  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurunkan tim ke lapangan, membuka dapur umum, dan menyediakan bantuan logistik untuk warga terdampak.

  • Penanganan darurat infrastruktur dilakukan dengan pengiriman beronjong sebagai upaya pengamanan aliran sungai dan titik rawan di Karawang dan Bekasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Bencana alam banjir terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi dan Karawang pada 16-18 Januari 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat, peristiwa ini turut membuat belasan kecamatan hingga ribuan kepala keluarga terdampak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pemerintah provinsi telah menurunkan tim ke lapangan dan berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

"Untuk Karawang dan Bekasi, kami sudah mengambil langkah cepat. Tim dari BPBD Provinsi sudah turun ke lapangan bersama BPBD Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang," ujar Herman, Senin (19/1/2026).

1. Pemprov Jabar terjunkan personel BPBD

ilustrasi banjir dari atas (pexels.com/Pok Rie)

Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Karawang berdampak pada 12 kecamatan dan 23 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.932 kepala keluarga (KK). Sementara di Kabupaten Bekasi, banjir melanda 16 kecamatan dan 33 desa, dengan 4.622 KK terdampak.

Pemprov Jabar menugaskan personel BPBD Provinsi untuk memperkuat penanganan di lapangan. Di Karawang, kata Herman ada sebanyak lima personel diterjunkan, sedangkan di Bekasi delapan personel ditugaskan untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat.

2. Logistik bantuan pun sudah dikirimkan

Ilustrasi banjir (pexel.com/kushie in vietnam)

Selain itu, Pemprov Jabar juga telah membuka dapur umum di kedua wilayah guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan logistik pun telah disalurkan secara bertahap.

"Di Karawang, kami sudah meluncurkan total 85 paket logistik sembako, terdiri dari 50 paket yang dikirim sebelumnya dan 35 paket tambahan. Hal yang sama juga dilakukan di Bekasi dengan total 85 paket logistik," ucapnya.

Mengenai penanganan darurat infrastruktur, Pemprov Jabar juga mengirimkan beronjong sebagai upaya pengamanan aliran sungai dan titik rawan. Masing-masing wilayah menerima 50 beronjong, baik Karawang maupun Bekasi.

3. Warga harus diamankan terlebih dahulu

Ilustrasi banjir di pemukiman (unsplash.com/Andres Ayala s.)

Herman menambahkan, saat ini Pemprov Jabar masih terus melakukan asesmen kebutuhan lanjutan di lapangan. Sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Sosial, dan BPBD, akan digerakkan secara terpadu untuk mendukung penanganan banjir.

"Yang nomor satu harus kami amankan adalah warga. Evakuasi dilakukan bersama BPBD, TNI, dan Polri. Prioritas utama memastikan warga selamat, baru kemudian penanganan aspek lainnya," tegasnya.

Pemprov Jabar memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Editorial Team