Persib Bandung tumbangkan Semen Padang lewat dua gol Ramon Tanque. Dok Persib
Lebih lanjut, Arland menilai, Dedi Mulyadi seharusnya tidak perlu mengunggah di media sosial mengenai Maruarar yang ingin menyumbangkan uang kepada Persib.
"Kemarin kalau kita lihat di sosial media, karena ada Ara yang memberikan bantuan, sebenarnya ya sudah tidak perlu di up, akhirnya orang menganggap bahwa Persib dijadikan alat politik," ujarnya.
Meski begitu, Arland menekankan pesan dari spanduk tersebut tidak semata ditujukan kepada Dedi Mulyadi. Ia menegaskan, secara umum spanduk itu ditujukan untuk seluruh politisi dan pejabat agar tidak cari panggung lewat Persib Bandung.
"Saya melihat bahwa spanduk yang beredar di GBLA adalah warning kepada seluruh elite politik agar tidak menggunakan Persib sebagai alat politik apalagi di tengah situasi Persib yang sedang butuh dukungan," ujarnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu mengunggah video berisikan informasi Persib Bandung menerima bantuan dana senilai Rp1 miliar dari Maruarar Sirait yang merupakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Bantuan diberikan kepada skuad Persib menjelang laga menghadapi Dewa United, pekan kemarin. Dalam unggahannya, Dedi menjelaskan dukungan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan Maruarar terharu Persib yang sedang berupaya meraih gelar juara Liga 1 2025/2026.
"Saking inginnya Persib juara dalam tiga kali berturut-turut dan lima kali dalam sepanjang sejarah liga di Indonesia, Kang Asep Ara Sirait memberikan supporting bantuan Rp1 miliar dalam pertandingan melawan Dewa United di Banten," kata Dedi dikutip dari Instagram pribadinya, Senin (20/4) malam.