Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Renovasi RSUD Sukabumi Telan Dana Rp9 M, Target Selesai Juni 2025
Renovasi RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi (IDN Times/Fatimah)

Sukabumi, IDN Times - Pemerintah Kota Sukabumi bersama RSUD R. Syamsudin SH tengah mempercepat proses renovasi ruang rawat inap untuk memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai amanat Perpres Nomor 59 Tahun 2024. Tak tanggung-tanggung, proyek ini menelan anggaran hingga Rp9 miliar.

Plt Dirut RSUD Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, mengatakan bahwa renovasi ini dilakukan untuk memastikan rumah sakit tetap menjadi mitra BPJS Kesehatan setelah aturan KRIS mulai diberlakukan secara nasional per 1 Juli 2025.

"Total anggaran Rp9 miliar, dan itu semua berasal dari pembiayaan perbankan lewat skema BLUD, bukan dari APBD ataupun DAK. Rumah sakit yang pinjam, dan rumah sakit juga yang akan membayar," ujar Yanyan saat ditemui di lokasi, Jumat (11/4/2025).

1. Penuhi 12 kriteria KRIS, ruang rawat inap diperbaiki

Renovasi RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi (IDN Times/Fatimah)

Yanyan menjelaskan bahwa renovasi mencakup seluruh aspek fisik dan fasilitas ruangan agar sesuai dengan 12 kriteria yang dipersyaratkan. Di antaranya adalah jarak antar tempat tidur minimal 1,5 meter, keberadaan tirai pembatas, ventilasi dan pencahayaan memadai, hingga ketersediaan instalasi gas medis.

"Kalau ada ruangan yang secara kapasitas sudah sesuai tapi nurse call-nya tidak berfungsi, itu tetap harus diperbaiki. Kita evaluasi satu per satu," jelasnya.

Ruang rawat seperti Ruang Aster saat ini sudah dalam tahap renovasi. RSUD menargetkan seluruh perbaikan tuntas sebelum akhir Juni, dengan tetap mempertahankan kapasitas 500 tempat tidur.

2. Wali Kota minta proyek diselesaikan tepat waktu

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki (IDN Times/Fatimah)

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pentingnya proyek ini diselesaikan tepat waktu. Jika tidak, daerah bisa kehilangan potensi pemasukan dari kerja sama dengan BPJS Kesehatan senilai Rp300 miliar per tahun.

"Kalau Juni ini tidak selesai, kita tidak akan bisa lanjut kerja sama dengan BPJS. Artinya, kita kehilangan dana besar dari layanan kesehatan," ujar Ayep.

Ia mengatakan sejak resmi ditetapkan sebagai Wali Kota pada Desember lalu, dirinya langsung mengambil langkah cepat bersama berbagai pihak untuk merealisasikan pembangunan ini.

"Ini adalah kerja sejak Desember. Bersyukur kita dibantu fasilitas pembiayaan dari Bank BJB, jadi proyek bisa jalan tanpa dana APBD," jelasnya.

3. Klinik pratama jadi langkah lanjutan

Renovasi RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi (IDN Times/Fatimah)

Tidak hanya merenovasi ruangan, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan sejumlah pengembangan di kawasan RSUD Syamsudin. Salah satunya adalah pembangunan wellness centre yang akan menampung pedagang kaki lima (PKL) di sekitar rumah sakit dalam bentuk foodcourt.

"Foodcourt ini hanya untuk PKL dari lingkungan Bunut, bukan dari luar. Itu juga akan jadi bagian dari model bisnis RSUD," jelas Ayep.

Selain itu, akan dibuka Medical Check Up (MCU) Unit dan klinik pratama sebagai perluasan layanan. Menurutnya, ini bisa menjadi peluang bisnis sekaligus solusi layanan untuk pasien non-BPJS.

"Dari MCU saja potensinya bisa Rp15 miliar per tahun. Klinik pratama juga penting karena sekarang nggak semua pasien bisa langsung dilayani oleh RSUD. Ini solusi pelayanan dan juga penguatan keuangan rumah sakit," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team