Bandung, IDN Times - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Cicadas dan Kosambi memasang spanduk protes menyusul wacana pembangunan jalur BRT (Bandung Rapid Transit) di jalan arteri kawasan tersebut. Spanduk tersebut menyuarakan kekhawatiran apabila mereka tempat berjualan mereka tergusur seiring dengan pembangunan jalur transportasi itu.
Koordinator PKL di Pasar Cicadas, Cecep menuturkan, keresahan para pedagang timbul karena belum adanya titik terang menyangkut masa depan mereka. Padahal menurutnya, ia telah mengikuti beberapa kali rapat.
“Saya belum ada jawaban dari pemerintah terkait. Terus, yaudah kita buka aja (plang pemberitahuan pembangunan jalur BRT), lalu dipasang bacaan-bacaan kayak gitu (spanduk protes),” kata dia.
Adapun titik terang yang ia maksud, adalah soal kepastian apakah para pedagang tersebut bakal direlokasi atau diberi kompensasi terkait pembangunan jalur. Pernyataan terkait itu aku Cecep belum ia terima, walaupun untuk sosialisasi sempat mengikuti pertemuan pada November 2025.
“Cuman membahas pembangunan BRT akan dibangun, kawasan Cicadas,” ucapnya.
