Bandung, IDN Times - Bulan Ramadan sering diasosiasikan dengan melambatnya berbagai aktivitas, termasuk di sektor ekonomi. Tidak sedikit trader ritel yang menganggap periode ini sebagai waktu yang relatif sepi untuk melakukan transaksi di pasar keuangan.
Anggapan tersebut muncul karena sebagian besar negara dengan populasi Muslim besar mengalami perubahan pola aktivitas harian selama Ramadan. Jam kerja, rutinitas, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sering menyesuaikan dengan waktu puasa dan ibadah.
Namun dalam praktiknya, dinamika pasar keuangan global tidak sepenuhnya mengikuti pola tersebut. Pasar tetap bergerak karena dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi yang berlangsung sepanjang waktu.
Bagi sebagian trader, Ramadan justru dianggap sebagai periode yang sering disalahpahami. Perubahan ritme pasar memang terjadi, tetapi bukan berarti peluang trading benar-benar hilang.
