Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PVMBG Minta Pemda Maluku Awasi Pendaki Gunung Dukono, Jaga Jarak Aman
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Basarnas Ternate)
  • Gunung Dukono di Halmahera Utara meletus pada 8 Mei 2026, menewaskan dua WNA asal Singapura yang berada di sekitar lokasi erupsi.
  • PVMBG meminta Pemda Maluku memperketat pengawasan pendaki dan mengingatkan agar menjaga jarak aman minimal empat kilometer dari kawah gunung.
  • Aktivitas erupsi Gunung Dukono meningkat sejak akhir Maret 2026 dengan ratusan letusan dan kolom abu mencapai 10.000 meter, berpotensi berdampak ke wilayah Tobelo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gunung Dukono yang berada di Halmahera Utara mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2026). Akibat kejadian ini ada dua WNA asal Singapura yang meninggal dunia ketika berada di sekitar gunung

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, mengingatkan kepada pemerintah daerah setempat agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas para pendaki.

"Seandainya ada korban tentu kita terus meningkatkan koordinasi, mengingatkan begitu agar tadi kehati-hatian setiap orang yang memang akan beraktivitas di gunung tersebut," kata dia saat ditemui di Kantor PVMBG, Kota Bandung.

1. Erupsi gunung ini bisa terjadi kapan saja

Potret gunung Dukono (commons.wikimedia.org/Giancarlo Tamburello)

Siti mengingatkan kepada pendaki agar memantau terlebih dahulu status gunung sebelum melakukan pendakian. Jika gunung yang didaki berada dalam level Waspada, maka radius amannya berjarak 4 kilometer dari kawah. Sebab, erupsi bisa terjadi secara tiba-tiba pada gunung yang berada pada level Waspada.

"Mohon diperhatikan wilayah sekitar gunung yang kita sampaikan 4 kilometer itu jangan mendekat ke arah sana. Karena gunung ini dalam kondisi aktif, bisa kapan saja terjadi erupsi," ujarnya.

2. Warga bisa cek peta kebencanaan di kawasan tersebut

Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi 20 pendaki terjebak saat Gunung Dukono meletus, Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Basarnas Ternate)

Sejauh ini PVMBG sudah membuat Peta Kawasan Rawan Bencana yang dibagi ke dalam tiga kawasan yang bisa dicek langsung melalui laman PVMBG.

"Waspada itu kitanya waspada gitu, bisa terjadi erupsi, bisa tidak. Tapi selama tadi mengikuti arahan dari pemerintah, 4 kilometer jangan mendekat, jangan beraktivitas," ujar dia.

3. Aktivitas gunung naik sejak bulan lalu

Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi 20 pendaki terjebak saat Gunung Dukono meletus, Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Basarnas Ternate)

Gunung Dukono, yang berada di Kecamatan Galela dan Tobelo, sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025, tapi sejak tanggal 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif meningkat secara signifikan dengan tercatat 199 kali erupsi, di mana ketinggian kolom erupsi berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak gunung.

Erupsi terbaru terjadi pada 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT, yang disertai dengan suara dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967.56 detik.

Kolom erupsi yang terlihat berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak. Arah sebaran abu condong ke utara, sehingga wilayah permukiman dan Kota Tobelo harus diwaspadai karena berisiko terkena hujan abu vulkanik.

Editorial Team