Ilustrasi pendaki (unsplash.com/Hendrik Morkel)
Sebelumnya, lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim SAR gabungan kini bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap para korban.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, pada pukul 08.55 WIT. Laporan tersebut diperkuat dengan terdeteksinya sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin di koordinat 1°42’13.7” LU dan 127°52’50.2” BT di kawasan puncak Gunung Dukono.
Koordinator Pos SAR Tobelo, Rudin, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian.
“Kepala Desa Mamuya melaporkan adanya sejumlah pendaki yang mengalami luka akibat erupsi Gunung Dukono dan meminta bantuan evakuasi,” kata Rudin dikutip dari laman RRI.co.id.
Tim Rescue Pos SAR Tobelo diberangkatkan pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue menuju Desa Mamuya. Setelah tiba di desa tersebut, tim melanjutkan perjalanan dengan pendakian menuju titik lokasi korban dan diperkirakan tiba sekitar pukul 14.45 WIT.
Berdasarkan data sementara, terdapat lima korban yang seluruhnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi. Hingga kini identitas para pendaki belum diketahui.
Lokasi kejadian berada di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Tim SAR harus menempuh perjalanan darat sekitar 45 kilometer atau kurang lebih 1,5 jam menuju desa terdekat, kemudian melanjutkan pendakian sejauh tujuh kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.
Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Tobelo, Babinsa Desa Mamuya, Bhabinkamtibmas, BPBD Halmahera Utara, serta masyarakat setempat. Tim juga membawa perlengkapan evakuasi, medis, dan komunikasi guna mendukung proses penyelamatan korban. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi korban untuk melakukan evakuasi.