Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PVMBG: Aktivitas Vulkanik Gunung Dukono Berstatus Waspada
ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Rizk Nas)
  • Gunung Dukono di Halmahera Utara mengalami peningkatan aktivitas erupsi sejak akhir Maret 2026 dengan ratusan letusan dan kolom abu mencapai 10 ribu meter dari puncak.
  • PVMBG menetapkan status waspada, mengimbau warga tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah serta mewaspadai hujan abu dan potensi banjir lahar.
  • Lima pendaki dilaporkan luka-luka akibat erupsi, dan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian serta evakuasi di kawasan puncak Gunung Dukono.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gunung api yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo itu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi magmatik eksplosif sejak akhir Maret 2026.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, berdasarkan pemantauan sejak 30 Maret 2026 tercatat telah terjadi 199 kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 50 hingga 400 meter dari puncak. Erupsi terbaru terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut disertai suara dentuman lemah hingga kuat.

"Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik," kata Lana dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Dia menjelaskan, kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi sekitar 10 ribu meter di atas puncak tinggi.

"Arah sebaran abu condong ke arah utara, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik," ujarnya.

1. Kesehatan masyarakat terganggu

Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

Menurut Lana, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat hingga aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan. Aktivitas visual dan kegempaan Gunung Dukono juga disebut meningkat kembali sejak 29 Maret dengan rata-rata 95 kali kejadian erupsi per hari.

PVMBG Badan Geologi pun meminta masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat erupsi.

Selain ancaman lontaran material pijar dan abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan deras.

"Aliran lahar berpotensi melewati Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono," tuturnya.

2. Imbau warga ikut arahan petugas

ilustrasi gunung meletus (unsplash.com/Yosh Ginsu)

Pemerintah daerah bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya.

"Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Dukono akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama," pungkasnya.

3. Ada lima pendaki luka-luka

Ilustrasi pendaki (unsplash.com/Hendrik Morkel)

Sebelumnya, lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim SAR gabungan kini bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap para korban.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, pada pukul 08.55 WIT. Laporan tersebut diperkuat dengan terdeteksinya sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin di koordinat 1°42’13.7” LU dan 127°52’50.2” BT di kawasan puncak Gunung Dukono.

Koordinator Pos SAR Tobelo, Rudin, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian.

“Kepala Desa Mamuya melaporkan adanya sejumlah pendaki yang mengalami luka akibat erupsi Gunung Dukono dan meminta bantuan evakuasi,” kata Rudin dikutip dari laman RRI.co.id.

Tim Rescue Pos SAR Tobelo diberangkatkan pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue menuju Desa Mamuya. Setelah tiba di desa tersebut, tim melanjutkan perjalanan dengan pendakian menuju titik lokasi korban dan diperkirakan tiba sekitar pukul 14.45 WIT.

Berdasarkan data sementara, terdapat lima korban yang seluruhnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi. Hingga kini identitas para pendaki belum diketahui.

Lokasi kejadian berada di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Tim SAR harus menempuh perjalanan darat sekitar 45 kilometer atau kurang lebih 1,5 jam menuju desa terdekat, kemudian melanjutkan pendakian sejauh tujuh kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.

Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Tobelo, Babinsa Desa Mamuya, Bhabinkamtibmas, BPBD Halmahera Utara, serta masyarakat setempat. Tim juga membawa perlengkapan evakuasi, medis, dan komunikasi guna mendukung proses penyelamatan korban. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi korban untuk melakukan evakuasi.

Editorial Team