Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Punya 1.500 Petugas Kebersihan, Ini Sebabnya Kota Bandung Masih Kotor
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kinerja 1.500 petugas kebersihan Kota Bandung yang dinilai belum maksimal meski jumlahnya besar.
  • Dedi menyebut sebagian petugas tidak bekerja sesuai tugas, sehingga Pemprov Jabar menambah 100 personel untuk membantu kebersihan Bandung.
  • Pemkot Bandung berencana menerapkan sistem kontrol digital melalui program Sasapu Bandung agar efektivitas kerja petugas sapu bisa terpantau lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
19 April 2026

Pemkot Bandung meluncurkan program percobaan Sasapu Bandung di 46 titik dengan keterlibatan camat dan lurah. Farhan menilai efektivitas petugas kebersihan masih rendah meski sudah diminta bekerja sejak pukul empat pagi.

23 April 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kinerja 1.500 petugas kebersihan Kota Bandung yang dinilai tidak maksimal. Ia memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan mengumumkan penambahan 100 petugas kebersihan dari provinsi untuk membantu penanganan di lapangan.

kini

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengambil alih pengelolaan sebagian ruas jalan kota untuk mempercepat perbaikan kebersihan. Pemkot Bandung juga akan menerapkan sistem kontrol digital bagi petugas sapu agar kinerjanya lebih terpantau.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur Jawa Barat menyoroti kinerja 1.500 petugas kebersihan Kota Bandung yang dinilai belum efektif menjaga kebersihan kota, meski jumlah personel cukup besar.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemerintah Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, serta para petugas kebersihan yang bertugas di wilayah kota.
  • Where?
    Kegiatan dan evaluasi berlangsung di wilayah Kota Bandung, termasuk beberapa ruas jalan provinsi seperti arah Lembang hingga Setiabudi.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 23 April 2026, dengan tindak lanjut program kebersihan dan penambahan petugas dilakukan dalam waktu dekat.
  • Why?
    Kota Bandung masih terlihat kotor meskipun memiliki banyak petugas kebersihan; sebagian diduga tidak bekerja sesuai tugas sehingga efektivitasnya rendah.
  • How?
    Pemprov Jabar menambah 100 petugas baru dan berencana mengambil alih pengelolaan sebagian jalan kota, sementara Pemkot Bandung menerapkan sistem kontrol digital untuk memantau kinerja lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kota Bandung masih kotor padahal ada banyak orang yang kerja bersihin jalan. Pak Dedi bilang ada seribu lima ratus petugas tapi banyak yang nggak kerja sungguh-sungguh. Jadi Bandung belum bersih juga. Sekarang pemerintah mau nambah seratus orang lagi buat bantu bersihin kota dan pakai alat digital biar bisa lihat siapa yang benar-benar kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kondisi kebersihan Kota Bandung masih menghadapi tantangan, langkah-langkah perbaikan mulai terlihat melalui kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung. Penambahan 100 petugas kebersihan provinsi serta rencana penerapan sistem kontrol digital menunjukkan adanya komitmen nyata untuk meningkatkan efektivitas kerja dan mempercepat terciptanya lingkungan kota yang lebih bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti kinerja petugas kebersihan di Kota Bandung yang belum bekerja secara maksimal. Program dari Pemerintah Kota Bandung itu menurutnya belum bisa membersihkan secara maksimal lingkungan perkotaan.

Menurutnya, dengan jumlah yang mencapai 1.500 orang, seharusnya wajah Kota Bandung sudah jauh lebih bersih dan tertata. Dia pun sudah menyampaikan langsung hal tersebut kepada Pemkot Bandung.

"Saya undang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, problemnya di penyapu (jalan) yang ada 1.500 petugas, tapi menurut saya tidak berfungsi dengan baik," ujar Dedi, Kamis (23/4/2026).

1. Dedi Mulyadi menduga banyak pekerja yang hanya memanfaatkan gajinya saja

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pada kenyataan di lapangan, Dedi menduga tidak semua petugas benar-benar bekerja sesuai tugasnya, bahkan tak sedikit yang hanya mengambil bayarannya saja. Sehingga, hal ini harus menjadi perhatian serius dan harus ditangani Pemkot Bandung.

"Jadi saya lihat yang dari 1.500 petugas itu mungkin hanya tanda tangan saja, tapi kerjanya enggak. Coba kalau 1.500 petugas disebar di Kota Bandung kan kelihatan, sekarang gak kelihatan," katanya.

Dedi kemudian membandingkan dengan petugas sapu di Jalan Provinsi yang kini hasilnya sudah terlihat bersih.

"Provinsi Jabar kan sudah menyebarkan yang di jalan provinsi sudah mulai bersih. Lihat dari arah Lembang sampai Setiabudi, sekarang sudah bersih," ujarnya.

2. Kinerja petugas dinilai timpang jika dibandingkan dengan petugas di bawah Pemprov Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Tak berhenti di situ, Pemprov Jabar juga akan menambah personel kebersihan untuk membantu penanganan di wilayah Kota Bandung. Sebanyak 100 petugas tambahan disiapkan untuk memperkuat kerja di lapangan.

"Ketika berhenti jalan provinsinya, sekarang ada seratus lagi tambahan tenaga kebersihan Provinsi Jabar yang akan ditempatkan di Kota Bandung," kata Dedi.

Ke depannya, pengelolaan kebersihan di sejumlah ruas jalan kota bahkan akan diambil alih oleh pemerintah provinsi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan kondisi kebersihan Bandung.

"Jadi jalan provinsi dan sebagian jalan Kota Bandung untuk nanti dikelola oleh provinsi, tenaga kebersihannya oleh provinsi. Jadi nanti insya Allah Bandung dalam sebulan ini pasti bersih," tuturnya.

3. Farhan akui kinerja petugas Sasapu masih belum maksimal

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu Farhan mengakui petugas ini belum efektif dalam menjalankan tugas sebagai pembersih jalan. Bahkan, Pemkot Bandung meminta agar petugas turun untuk bekerja dari jam empat pagi, namun didapatkan banyak yang bolos.

"Tapi ternyata setelah kita coba dorong berbagai macam, ketahuan, ternyata memang kontrolnya enggak pakai digital. Beda dengan Gaslah yang sudah sangat digital," kata dia.

Dengan begitu, nantinya Pemkot Bandung akan mencoba mengontrol para petugas sapu ini dengan sistem digital, agar terlihat semua pergerakannya saat bekerja.

"Maka pada tanggal 19 April 2026 kemarin kan kami meluncurkan sebuah program percobaan Sasapu Bandung. Semua Camat Lurah turun di 46 titik. Saya melihat ternyata benar memang efektivitasnya rendah," kata Farhan.

"Ketika saya minta datang jam empat pagi, datangna tidak jam empat. Harusnya jam enam tuh harus sudah bersih masih banyak yang yang belum bersih. Nah, makanya kita akan kolaborasi dengan provinsi," tuturnya.

Editorial Team