Cirebon, IDN Times- Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kekeringan musim kemarau tahun ini. Meski puncak kemarau diperkirakan belum terjadi dalam waktu dekat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon telah memetakan sebanyak 21 kecamatan rawan mengalami krisis air bersih.
Wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi berada di Kecamatan Gegesik, Gempol, dan Sedong. Titik rawan tersebar di Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Desa Cupang, Kecamatan Gempol, serta Desa Winduhaji, Kecamatan Sedong.
Selain itu, BPBD juga mencatat potensi kekeringan di Kecamatan Klangenan, Talun, Tengah Tani, Suranenggala, Panguragan, Mundu, Palimanan, Ciwaringin, Susukan Lebak, Karangwareng, Dukupuntang, Kapetakan, Waled, Sumber, Ciledug, Beber, Kaliwedi, dan Gunungjati.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan pemerintah daerah telah meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah kecamatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mulai dirasakan dalam beberapa bulan mendatang.
"Sudah meminta seluruh pihak bergerak cepat apabila ditemukan wilayah yang mulai kesulitan air bersih. Jangan sampai masyarakat terlambat mendapatkan bantuan,” kata Imron, Sabtu (23/5/2026).
