Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Program Makan Bergizi Gratis di Majalengka Baru Dimulai Pekan Depan
Ilustrasi makan bergizi gratis di sekolah. (IDN Times/Inin Nastain)

Majalengka, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Kabupaten Majalengka belum dimulai. Rencananya, program tersebut akan dimulai pada pertengahan Januari mendatang.

Penjabat (Pj) Bupati Majalengka Dedi Supandi mengatakan, MBG serentak yang dilakukan hari ini, Senin (6/1/2025) berlangsung di 27 provinsi. MBG tersebut dikelola oleh Badan Gizi Nasional (MBG). 

"Di daerah lain itu, yang serentak tanggal 6, di 194 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Di 27 provinsi . Itu yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Dedi, Senin (6/1/2025).

1. Kick off MBG di Majalengka mulai 13 Januari

Peluncuran program makan bergizi gratis di SD Cilangkap 5 Depok. (IDN Times/Triyan).

Dijelaskan Dedi, Pemkab Majalengka sendiri sejatinya sudah melakukan simulasi program MBG. Secara resmi, jelas dia, MBG akan dimulai Senin (13/1/2025) pekan depan. 

"Nah, kami kan sudah melakukan simulasi, sudah berjalan. (MBG) Yang oleh BGN, di kita ini tanggal 13 (Januari)," jelas Dedi.

Selain dari BGN, lanjut Pj, progam MBG juga dibiayai oleh APBD. Baik dari BGN maupun APBD, rencananya akan sama-sama dimulai pekan depan.

"Tapi di luar itu (BGN), APBD pun menganggarkan. Yang APBD pun disiapkan tanggal segitu," jelas dia.

Dalam pelaksanaannya nanti, progam MBG dari APBD dan BGN dipastikan tidak akan tumpang tindih. Dari APBD, program MBG menitikberatkan sekolah-sekolah di daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi.

"Tapi alokasi nya di sekolah-sekolah yang berada di kawasan kemiskinan tinggi. Kalau dari Badan Gizi mah, sama kaya di kabupaten/kota lain. Di kita, kalau saya lihat di Majalengka (kota). Untuk 7000 siswa. Kalau dari APBD sebanyak 30 ribu," kata dia.

2. MBG dari APBD cukup untuk sekitar 16 pekan

Program Makan bergizi gratis di SDI Tamamaung IV Makassar, Senin (6/1/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Untuk program MBG, Pemda Majalengka telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar. Anggaran sebesar itu, dengan asumsi per siswa akan mendapat makan paket Rp10 ribu.

Dalam pelaksanaannya nanti, Dedi menegaskan masih perlu kajian terkait peruntukan. Ditegaskannya, nantinya anggaran dari APBD itu apakah untuk semua jenjang dari TK sampai SMP, atau sebagian dulu. 

"Yang dari kita (APBD), saya minta tadi ke Pak Kadisidk, kalau semuanya SMP, SD, sama TK dilakukan, itu hanya cukup untuk 16 Minggu. Makanya saya meminta ke Pak Kadisdik, coba dicek, dianalisis lagi. Apakah hanya untuk level SD, atau dengan SMP," jelas dia.

"Fix mah udah, tapi kalau untuk semua level, hanya 16 minggu," lanjut dia. 

Untuk program MBG dengan biaya APBD, lanjut Dedi, nantinya akan melibatkan tenaga dari sekitar sekolah tersebut. Di Kabupaten Majalengka sendiri, jelas dia, sudah dibentuk kelompok Perempuan Kepala Keluarga. 

"Kalau dari APBD, kami akan berdayakan BUMDES. Dan pengambilan bahan-bahannya termasuk dengan koperasi. Harus dari daerah kita," jelas dia.

"Yang masaknya, kami maksimalkan kelompok PEKA (Perempuan Kepala Keluarga), yang tersebar di beberapa daerah. Mereka sebetulnya sudah dilatih pelatihan tata boga di tahun-tahun sebelumnya. Itu akan kami manfaatkan," lanjut Pj.

3. MBG dilakukan secara kolaboratif

Pelaksanaan program makan bergizi gratis di Kabupaten Way Kanan. (Dok. Polres Way Kanan).

Lebih jauh dijelaskan Dedi, ke depan, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu akan dilakukan secara kolaboratif. Terbaru, kolaborasi melibatkan tiga unsur yakni BGN, Pemda, dan TNI. 

"Kita pun nanti ada lagi, yang dikelola dapur umum oleh TNI. Itu nanti kemana lagi. Tidak akan tumpang tindih," jelas dia.

Selain itu, kolaborasi juga bisa dilakukan dengan pihak swasta. Ditegaskannya, pada simulasi lalu, Pemda menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk melakukan uji coba makan gratis bagi siswa.

"Ke depannya, kolaborasi itu akan terjadi. Sambil nunggu 16 minggu ini, saya yakin kolaborasi akan terjadi. Kolaborasi dengan unsur pengusaha," jelas dia.

Editorial Team