Bandung, IDN Times - Polemik penggunaan masker scuba untuk meminimalisir penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19) masih dipertanyakan banyak pihak, khususnya pelaku usaha yang selama ini memproduksi masker tersebut. Sebab, penasbihan pemerintah bahwa masker scuba tidak efektif karena bahannya tipis tidak seutuhnya benar.
Cecep Rosidin pemilik Cilest Digital Printing yang berkecimpung di pembuatan masker scuba menuturkan, selama ini masyarakat memang menggunakan masker scuba yang tipis. Namun, bahan scuba sebenarnya ada juga yang tebal dan bagus. Bahkan dari produsen pabrikan bisa memastikan masker ini tahan air dan anti bakteri.
"Jadi memang semua tergantung spesifikasinya. Ada yang tebal dan tipis. Kalau tebal itu namanya scuba maximus," ujar Cecep ketika dihubungi IDN Times, Selasa (22/9/2020).
