Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PosIND Pacu Transformasi Digital, Sortir Paket Kini Serba Robot
Direktur Utama PosIND Daud Joseph saat peresmian penggunaan teknologi robot sortir di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta. (Dok.Pos Indonesia)
  • PosIND meresmikan penggunaan mesin sortir robotik di SPP Yogyakarta dengan 45 robot berteknologi RFID, mampu memproses hingga 3.000 paket per jam untuk mempercepat distribusi kiriman.
  • Direktur Utama PosIND menegaskan langkah ini sebagai bagian dari transformasi menuju Holding Company Logistik nasional dengan sistem yang tangguh, efisien, dan terintegrasi secara digital.
  • Penerapan otomasi sortir robotik meningkatkan kecepatan layanan, mengurangi kesalahan kerja, serta menekan biaya operasional demi memperkuat kualitas dan volume pengiriman PosIND.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times Pos Indonesia terus memacu transformasi layanan logistiknya. Kali ini, Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta resmi menjadi titik ketiga implementasi mesin sortir robotik setelah sebelumnya hadir di Jakarta dan Surabaya.

Peresmian penggunaan teknologi ini dilakukan pada 30 April 2026 oleh Direktur Utama PosIND, Daud Joseph, didampingi Direktur Operasi PosIND Donny Maya Wardhana. Langkah ini menandai percepatan transformasi PosIND dalam membangun sistem logistik yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.

1. SPP Yogyakarta kini full otomatis dengan 45 robot sortir

Direktur Utama PosIND Daud Joseph saat peresmian penggunaan teknologi robot sortir di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta. (Dok.Pos Indonesia)

SPP Yogyakarta kini resmi beroperasi dengan sistem sortir robotik yang sudah terdigitalisasi penuh. Sebanyak 45 unit robot disiapkan untuk mendukung proses penyortiran kiriman dengan kapasitas mencapai 3.000 paket per jam.

Teknologi ini memanfaatkan Radio Frequency Identification (RFID), yakni sistem identifikasi nirkabel yang mempercepat proses sortir sekaligus membuat alur kerja lebih presisi. Penggunaan RFID juga membantu proses loading dan unloading kiriman agar lebih efisien.

Selain itu, perpindahan barang di area pengolahan kini ditopang sistem konveyor sehingga proses distribusi di dalam pusat sortir bisa berjalan lebih cepat dan rapi.

2. PosIND siapkan fondasi jadi holding logistik

Direktur Utama PosIND Daud Joseph saat peresmian penggunaan teknologi robot sortir di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta. (Dok.Pos Indonesia)

Direktur Utama PosIND Daud Joseph mengatakan, kehadiran mesin sortir robotik di Yogyakarta bukan sekadar pembaruan alat kerja, melainkan bagian dari transformasi besar yang sedang dijalankan perusahaan.

“Saat ini Pos Indonesia sedang disiapkan untuk menjadi Holding Company Logistik di Indonesia, karenanya kita dituntut untuk membangun infrastruktur yang tangguh, efisien, serta terintegrasi secara digital,” ujar Daud dalam peresmian, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, transformasi ini penting agar PosIND mampu memperkuat fondasi operasional dan siap menjawab kebutuhan sistem logistik nasional yang makin dinamis.

Implementasi teknologi robotik di Yogyakarta juga menjadi bagian dari langkah besar PosIND untuk membangun ekosistem logistik yang lebih terhubung, modern, dan kompetitif.

3. Bikin layanan lebih cepat, biaya operasional lebih efisien

Telkomsel melalui MyTelkomsel Super App menjalin kolaborasi strategis dengan Pos Indonesia melalui layanan PosAja! (Dok. Telkomsel).

Direktur Operasi PosIND Donny Maya Wardhana mengatakan, penggunaan mesin sortir robotik bukan hanya mempercepat proses pengiriman, tapi juga menekan potensi kesalahan kerja yang kerap muncul dalam sistem manual.

“Harapannya teknologi ini akan meningkatkan kepastian layanan bagi pelanggan dan berdampak pada peningkatan volume kiriman,” kata Donny.

Menurutnya, otomasi ini juga akan berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional. Dengan proses sortir yang lebih cepat, akurat, dan stabil, PosIND menargetkan kualitas layanan pengiriman ikut meningkat.

Otomasi sortir robotik sendiri mulai digunakan PosIND sejak November 2024. Setelah lebih dulu diterapkan di SPP Surabaya dan SPP Jakarta, kehadiran teknologi serupa di Yogyakarta menegaskan bahwa PosIND terus berbenah untuk memperkuat transformasi logistik nasional.

Editorial Team