Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Pastikan Tindak Tegas Pelaku Kematian Pelajar SMA 5 Bandung
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Seorang pelajar SMAN 5 Bandung berinisial MFA ditemukan meninggal di Jalan Cihampelas, diduga akibat tindakan kekerasan yang memicu duka mendalam dari teman dan pihak sekolah.
  • Polrestabes Bandung memastikan penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap pelaku, sementara Gubernur Jawa Barat menegaskan agar pelaku mendapat hukuman setimpal sesuai hukum berlaku.
  • Gubernur Jawa Barat juga mengimbau para orang tua memperketat pengawasan jam malam anak serta melarang mereka berkendara tanpa Surat Izin Mengemudi demi mencegah kejadian serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kematian seorang pelajar SMAN 5 berinisial MFA di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, meninggalkan duka bagi kawan-kawan, dan pihak sekolah. MFA meninggal dalam kondisi tergeletak di jalan Cihampelas, tepat didepan sebuah rumah makan seafood. Ada dugaan tewasnya kelas 11 ini diakibatkan tindakan kekerasan.

Sebagai bentuk solidaritas, kedukaan, dan kesedihan yang mendalam, sekelompok pemuda melakukan prosesi tabur bunga di lokasi tempat kejadian perkara, Minggu (15/3/2026) siang. Tampak alumni dan siswa SMAN 05 yang merupakan teman-teman almarhum ini mengenakan pakaian serba hitam, mereka menabur bunga di sebuah pohon yang diduga menjadi salah satu lokasi jatuhnya korban.

Di tengah deru kendaraan yang melintas, sekelompok pemuda berpakaian hitam berkumpul di depan pohon tersebut dan menaburkan bunga berwarna merah dan menaruh beberapa tangkai bunga matahari, lili, rose dan bunga lainnya. Aksi tabur bunga berjalan khidmat dan singkat. Tak lama, mereka pun membubarkan diri.

1. Percayakan pada aparat

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)

Plt. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Adiwijaya mengatakan bahwa penyidik saat ini terus bekerja mengusut tuntas insiden yang menewaskan pelajar SMA tersebut.

"Kami menyampaikan bahwa semalam ada kejadian keributan terjadi di Jalan Cihampelas yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan kepada Polrestabes Bandung dalam melakukan pendalaman dan penyidikan berkaitan dengan kejadian tersebut," kata Adiwijaya di Kota Bandung.

Adi meminta masyarakat mempercayakan perkara ini kepada Polrestabes Bandung.

"Kami berharap dengan kejadian semalam juga tidak ada ekses yang akan terjadi di kemudian hari," tegasnya.

2. Pelaku harus dihukum setimpal

Ilustrasi borgol. IDN Times/shutterstock

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadu mendapat informasi bahwa korban meninggal karena jatuh dari kendaraan motor setelah dilempari kelompok pelajar lainnya.

" Ada informasi juga dugaan terjadinya pengeroyokan oleh pihak lain," kata dia.

Dedi pun menyerahkan penyelidikan kasus ini kepada pihak kepolisian. Kepada terduga pelaku yang menghilangkan nyawa Fahdly pun, ia meminta untuk hukuman yang setimpal.

"Semoga kasus ini bisa berproses secara objektif dan pelakunya mendapat hukuman setimpal dengan apa yang sudah dilakukannya," tegasnya.

3. Minta orang tua lebih perketat jam malam anak

ilustrasi pelajar SMA (unsplash.com/Fajar Herlambang STUDIO)

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengajak kepada seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan jam malam kepada anak-anaknya. Jangan biarkan pelajar masih berkeliaran di luar rumah saat malam hari.

"Saya juga mengajak kepada seluruh orang tua untuk menjaga anak-anaknya tidak keluar ketika malam hari, kemudian juga tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)," ungkapnya.

Editorial Team