Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Buru Pelaku Penembak Siswa Pelajar di Garut, Diduga Kakak Kelas
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Tsvetoslav Hristov)
  • Polres Garut menyelidiki penembakan airsoft gun terhadap Pazwa Pahaludin, 15 tahun, saat reuni SMP di vila pada 26 September 2026; terduga pelaku kakak kelas telah diidentifikasi dan diburu.
  • Terduga pelaku disebut datang tanpa undangan. Proyektil airsoft gun mengenai mata kiri Pazwa hingga bersarang, membuat korban tidak dapat melihat.
  • Pazwa dirawat di RS Mata Cicendo Bandung dan menjalani pemeriksaan lanjutan. Rumah sakit merencanakan operasi pengangkatan proyektil, dengan rincian tindakan medis masih menunggu hasil pemeriksaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pazwa, anak 15 tahun, kena peluru mainan airsoft di mata kiri saat reuni SMP di vila Garut. Polisi mencari kakak kelasnya yang diduga menembak dan datang tanpa undangan. Pelurunya masih di mata Pazwa. Sekarang Pazwa dirawat di rumah sakit mata Bandung dan dokter memeriksanya sebelum operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Identifikasi terduga pelaku dan langkah pengejaran oleh Polres Garut menunjukkan laporan keluarga telah ditindaklanjuti melalui penyelidikan. Di sisi lain, Pazwa memperoleh penanganan di RS Mata Cicendo dengan pemeriksaan dokter spesialis yang sedang berlangsung, sementara rencana operasi untuk mengangkat proyektil mencerminkan adanya perhatian medis terhadap kondisi matanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Garut, IDN Times - Polres Garut tengah menyelidiki kasus penembakan yang dialami seorang pelajar berusia 15 tahun, Pazwa Pahaludin. Korban terkena tembakan airsoft gun saat menghadiri acara reuni SMP di sebuah vila pada Sabtu (26/9/2026) malam.

Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Terduga pelaku yang disebut merupakan kakak kelas korban saat SMP juga sudah teridentifikasi dan kini masih dalam pencarian.

"Keluarga sudah melaporkan ke pihak Polres, dan saat ini Polres Garut sedang melakukan penyelidikan, pelaku dalam pengejaran," kata Adhi saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).

1. Pelaku bukan undangan acara

ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Peristiwa penembakan tersebut terjadi ketika Pazwa menghadiri acara reuni SMP di sebuah vila di Garut. Terduga pelaku diketahui merupakan kakak kelas korban ketika masih bersekolah di SMP.

Terduga pelaku disebut datang sebagai tamu yang tidak diundang dalam acara tersebut. Dalam kejadian itu, peluru dari airsoft gun mengenai mata korban hingga proyektilnya bersarang di bagian tersebut.

Polisi telah mengidentifikasi orang yang diduga sebagai pelaku. Namun, hingga kini petugas masih mencari keberadaannya karena yang bersangkutan tidak berada di rumah.

"Terduga pelakunya sudah dicari, tapi tidak ada di rumahnya. Masih dalam pencarian," ucap Adhi.

Polisi juga belum dapat memastikan apakah terduga pelaku sengaja disembunyikan oleh pihak keluarganya. Adhi mengatakan petugas masih berfokus mencari keberadaan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

"Kurang tahu ya, kami belum bisa memberikan statemen karena untuk pelakunya belum ketemu. Nanti kalau sudah ketemu, sudah bisa," tuturnya.

2. Peluru airsoft gun masih bersarang di mata korban

Ilustrasi buta warna (pixabay.com)

Akibat kejadian tersebut, Pazwa mengalami luka pada bagian mata sebelah kiri. Peluru airsoft gun yang mengenai mata korban dilaporkan masih bersarang dan membuatnya tidak dapat melihat.

Saat ini, Pazwa menjalani penanganan medis di RS Mata Cicendo, Kota Bandung. Korban masih menjalani sejumlah pemeriksaan oleh dokter spesialis untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.

Manajer Hukum dan Humas RS Mata Cicendo Bandung Ria Darmasari mengatakan pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap korban. "Untuk pemeriksaan saat ini pasien sedang kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ya memang masih ada beberapa pemeriksaan," kata Ria.

3. Korban direncanakan menjalani operasi

Ilustrasi buta. (unsplash.com/novia wu)

Pazwa direncanakan menjalani operasi untuk mengangkat proyektil peluru yang masih bersarang di bagian matanya. Namun, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai tindakan medis yang akan dilakukan. Ria mengatakan informasi mengenai penanganan korban akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan dan pengobatan dilakukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article