Bandung, IDN Times - Polisi mulai memukul mundur aksi massa solidaritas mahasiswa dan ojek online (Ojol) di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (29/8/2025). Petugas membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.
Masa aksi tragedi Afan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal akibat dilindas rantis Brimob saat aksi demo ricuh di depan Gedung DPR RI kemarin ini memaksa tetap bertahan di sekitaran Jalan Diponegoro. Meski polisi menghujani gas air mata, mereka menolak untuk membubarkan diri.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, peristiwa penembakan gas air mata ini sudah terjadi sejak pukul 19:06 WIB. Bahkan, masa turut melemparkan sesuatu ke arah dalam Gedung Sate.
Hingga berita ini diterbitkan. Massa aksi masih belum membubarkan diri. Diketahui, aksi ini dimulai sejak pukul 13:56 WIB. Selain di DPRD Jawa Barat, sebelumnya sejumlah mahasiswa dan ojol turut mengepung Mapolda Jabar. Mereka menuntut keadilan atas meninggalnya Affan.
Salah satu peserta aksi, yang merupakan Ojek Online (ojol) dari Arcamanik, Andri (37 tahun) mengatakan, ia sengaja turun langsung ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan solidaritas atas meninggalnya tekan sesama profesi di aksi Jakarta kemarin.
"Tujuan solidaritas sesama ojol kemarin meningal di Jakarta. Kalau diam gak bakal ditangani. Mudah-mudahan pejabat Polri diganti, Kapolri juga diganti," kata Andri saat ditemui.
Peristiwa ini menurutnya sangat memilukan, di mana seorang ojol yang hendak mengantarkan pesanan meninggal secara tragis oleh kendaraan Polisi yang mana merupakan hasil dari pajak para pengendara ojek online juga.
Oleh karena itu, dia meminta agar para pelaku yang melindas ojol tersebut diberikan hukuman setimpal, dan Kapolri juga harus bersikap tegas untuk menindaklanjuti hal ini.
"Ojol saja dilindas dari mobil hasil pajaknya, saya sedih walaupun gak di sana saya merasakan. Saya gak berharap minta kerjaan, kami jalan nyari orderan. Driver gak ikut demo dia mengantar pesanan dan dilindas. Harapannya polisi jangan gitu ketika menjaga yang demo," ujarnya.