Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-06 at 8.53.32 PM.jpeg
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. IDN Times/Istimewa

Intinya sih...

  • Polda Jabar mengerahkan personel untuk menjaga harta benda di rumah warga yang mengungsi akibat banjir di Karawang.

  • Banjir di Karawang masih belum surut, 16.250 orang terdampak, 31 desa terendam dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.

  • Polda Jabar melakukan patroli rutin guna menjaga keamanan, memberikan bantuan kesehatan kepada korban bencana, dan mengingatkan masyarakat tetap waspada.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Polda Jawa Barat mengerahkan personel untuk menjaga harta benda di rumah warga yang mengungsi akibat banjir di wilayah Kabupaten Karawang. Berdasarkan data BPBD Jabar ada 1.282 warga yang mengungsi.

Banjir yang terjadi sejak Minggu (16/1/2026) itu kondisinya masih belum surut. Dari data BPBD Jabar tercatat hingga Rabu (21/1/2026) malam, jumlah warga yang terdampak mencapai 16.250 orang, dan 31 desa di 13 kecamatan terendam.

1. Banjir sampai dua meter

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Dok. Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan kondisi banjir di sejumlah lokasi masih cukup memprihatinkan. Sebab ketinggian air masih mencapai 2,5 meter dan terendah pada 70 sentimeter.

"Kondisi banjir mencapai kurang lebih dua meter setengah untuk yang tertinggi, dan terendah sekitar 70 sentimeter," ucap Hendra dikutip, Kamis (22/2/2026).

2. Masyarakat diminta tetap waspada

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochman

Hendra mengatakan, sebagian besar warga terdampak mengungsi sedangkan barang dan harta benda masih berada di dalam rumah. Sehingga Polda Jabar melakukan patroli secara rutin guna menjaga keamanan.

Pihaknya telah memberikan bantuan kesehatan dan pengobatan kepada korban bencana. Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada karena kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

"Masyarakat harus tetap waspada," ungkap dia.

3. Satu orang meninggal dunia

Ilustrasi Banjir di daerah Jabodetabek

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, banjir Karawang juga membuat satu orang meninggal. Mulanya korban dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal.

"Lokasinya ada di Desa Karangligar, saat itu korban dilaporkan menghilang dan saat ditemukan sudah dalam kondisi tersebut (meninggal dunia)," ujar Teten, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data BPBD Jabar, total kecamatan yang terdampak bencana banjir ada di Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Cilebar, Kecamatan Jayakerta, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan Klari.

Kemudian ada juga di Kecamatan Lemahabang Kecamatan Rawamerta Kecamatan Rengasdengklok Kecamatan Telukjambe Barat Kecamatan Telukjambe Timur.

"Total ada 14.349 jiwa terdampak dan 1.285 jiwa mengungsi, rumah terendam ada sebanyak 3.887," ucap Teten.

Editorial Team